Indonesia Economic Quarterly: Peningkatan Investasi Sangat Baik

Redaksi: Rabu, 04 Oktober 2017 | 06.53.00



JAKARTA| HARIAN9 
Pemerintah menetapkan angka yang lebih optimis dari yang prediksi World Bank. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara Indonesia Economic Quarterly Launch yang bertemakan “Closing The Gap” di Soehanna Hall, Energy Building, Selasa (03/10). 

Dinyatakannya, optimisme pertumbuhan di angka 5.2 persen tahun 2017 dan 5.4 persen tahun 2018, sementara itu World Bank memprediksi pada angka 5.1 persen tahun 2017 dan 5.3 persen untuk tahun 2018.

“Hal ini merupakan pengakuan yang sangat baik terkait usaha Pemerintah dalam mereform berbagai macam kebijakan untuk meningkatkan ease of doing business di Indonesia. Kami sangat senang mendengar pada triwulan kedua tahun ini, peningkatan investasi sangat kuat,” ujarnya.

Faktor pertumbuhan ekonomi lain yang dijelaskan dalam laporan tersebut adalah mengenai pertumbuhan konsumsi yang tidak mengalami peningkatan di triwulan kedua ini. 

Menanggapi hal tersebut, Sri menjelaskan perlu dilakukan analisis lebih jauh mengenai pola perilaku konsumsi masyarakat. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menerbitkan sensus konsumsi rumah tangga untuk mengetahui konsumsi rumah tangga terkait komposisi komoditas dan melihat pola perilaku konsumsi dalam survey tersebut.

“Generasi milenial, mereka tidak suka mengganti pakaian setiap hari. Mereka suka hanya mempunyai kaos yang sama seperti kaos Steve Jobs, hitam sepanjang tahun. Mereka mengkonsumsi hal yang beda dari generasi baby boomers dan hal inilah yang belum ter-capture. Kami sangat berharap dapat segera melihat hasil dari survey tersebut karena dengan analisis yang tepat. Pemerintah akan dapat merespon dengan kebijakan yang sesuai,” jelasnya

Lebih lanjut, Sri meyakinkan World Bank bahwa Presiden Jokowi konsisten untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi terkait pesan dari World Bank agar Indonesia harus terus mempertahankan momentum reformasi. 

Walaupun tahun 2019 Indonesia akan memasuki tahun politik, namun Jokowi terus menginstruksikan para Menteri Kabinet Kerja untuk tetap fokus menjalankan reformasi, bekerja sama, dan bersinergi tidak hanya antara kementerian tetapi juga antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar