Karyawati Peserta BPJS Ketenagakerjaan Korban Begal

Redaksi: Senin, 09 Oktober 2017 | 00.15.00



MEDAN| HARIAN9
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda) dan Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/BB menginstruksikan  untuk tembak di tempat bagi pelaku begal, anehnya instruksi tersebut tampaknya masih belum diindahkan bagi para pelaku begal, Sabtu (07/10/2017).

Pelaku begal melakukan aksinya di sekitar jalan putri hijau malam, kali ini korban nya seorang pekerja perempuan atas nama wita astuti usia 22 tahun, korban yang baru pulang kerja tiba-tiba dirampas tasnya dari belakang oleh pelaku begal, sehingga korban terjatuh dari sepeda motornya.

Karena jalanan sepi pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban yang terjatuh pingsan, tidak berapa lama barulah datang warga sekitar dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat, korban mengalami luka luka memar dan rahangnya retak dan akan segera dilakukan operasi.

Korban langsung di tangani oleh pihak rumah sakit, dan pihak rumah sakit langsung menghubungi pihak keluarganya.

"Pada pukul 23.00 WIB malam, saya dihubungi oleh pihak rumah sakit mengatakan istri saya mengalami kecelakaan, mendengar kabar tersebut saya langsung menuju rumah sakit putri hijau," ujar Bram Hadinata suami korban.

Mendengar informasi tersebut pihak BPJS KETENAGAKERJAAN langsung merespon dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk lebih intensif dalam menangani pekerja korban begal, dalam kunjungan nya ke rumah sakit kepala kantor cabang medan utara bapak Asran Pane mengatakan.

"Ini bukan karena di ekspos, tapi memang kunjungan rutin ke setiap rumah sakit yang ada pasien kecelakaan kerja, sehingga kami dari BPJS KETENAGAKERJAAN ingin mengetahui sejauh mana pelayanan yang di berikan oleh pihak rumah sakit," pungkasnya.

Untuk biaya perobatan seluruhnya di tanggung oleh BPJS ketenagakerjaan, dan selama masa pemulihan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja gajinya di tanggung oleh BPJS ketenagakerjaan.

Karena sesuai PP 45 tahun 2015 tentang kecelakaan kerja setiap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya di tanggung oleh BPJS KETENAGAKERJAAN dan dalam hal ini pekerja yang masih membutuhkan istirahat dengan melampirkan surat keterangan dokter, untuk gajinya selama pekerja dalam masa pemulihan dibiayai oleh bpjs ketenagakerjaan. 

"Kita Mengutuk keras aksi yg di lakukan oleh pelaku begal karena tidak mencerminkan seorang yang Pancasilais, dalam hal ini kita Menghimbau kepada masyarakat khususnya peserta bpjs ketenenagakerjaan yang pulang kerja pada malam hari agar lebih berhati hati terhadap oknum-oknum pelaku kejahatan dan memancing terjadi tindakan pelaku kejahatan seperti memegang handpon di jalan, memakai perhiasan mencolok, menyandang tas di tempat umum yang dapat menarik perhatian para pelaku kejahatan," kata Kepala kantor wilayah bpjs ketenagakerjaan sumbagut Umardin Lubis.

Kepada perusahan agar lebih memperhatikan keselamatan para pekerjanya, bila memungkinkan di lakukan pengawalan terhadap para pekerja yang pulang kerja pada malam hari. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar 
   


Komentar