Menkeu Dukung Infrastruktur untuk Penghubung Fisik dan Ide

Redaksi: Selasa, 10 Oktober 2017 | 06.28.00

Menkeu Sri Mulyani menjadi pembicaradi acara Big Circle Ideafest 2017 di Assembly Hall JCC, Jakarta (06/10). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, Pemerintah sangat ingin membangun infrastruktur karena tidak hanya menghubungkan fisik tetapi juga ide, di acara Big Circle Ideafest 2017 di Assembly Hall JCC, Jumat (06/10). 

Hal demikian dengan pertimbangan bahwa kreatifitas yang disalurkan menjadi sebuah produk membutuhkan konektivitas agar dapat dinikmati oleh masyarakat. 

"Infrastruktur jalan maupun infrastruktur dari sisi internet, kita bicara tentang pembelian, apa sewa satelit supaya kita memiliki kemampuan. Ide itu bisa berjalan dan connect antara yang meng-generate dengan mereka yang meng-appreciate dan meng-consume," ujarnya.

Dijelaskannya, masyarakat yang memiliki kreativitas dan inovasi harus dapat memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada sehingga produk yang dihasilkan dapat dinikmati banyak orang. 

Hal demikian diharapkan dapat menciptakan ekonomi yang inklusif yaitu perekonomian yang tidak hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang melainkan mampu menjadi sebuah tempat bagi orang-orang yang berpotensi untuk bisa menggunakan kreativitas dan idenya dalam kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat banyak.

"Ide profesi ini membutuhkan talent atau skill. Ada yang memang punya bakat, tapi banyak orang yang yang membutuhkan training. Makanya pemerintah membuat suatu vocational. Itu disebut policy-policy upstream-nya," tukasnya. 

Di sisi lain, untuk mengurangi kekhawatiran para pebisnis baru dalam membangun usahanya, Sri menegaskan bahwa saat ini Pemerintah berusaha untuk menyederhanakan segala proses bisnis. 

Selain itu, Sri juga menyebutkan bahwa APBN disusun untuk mendukung industri kreatif, mulai dari anggaran untuk pendidikan, infrastruktur ataupun insentif pajak. 

Terakhir, di hadapan lebih dari 1000 peserta, Sri berpesan kepada para pebisnis baru untuk memiliki sikap yang bertanggung jawab dan juga tata kelola yang baik agar ketika usahanya menjadi sebuah institusi formal, mampu menjadi institusi yang kredibel dan tepercaya di dunia industri. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar