Menkeu Harap PII Tingkatkan Inovasi dan Teknologi

Redaksi: Selasa, 03 Oktober 2017 | 12.40.00

Menkeu Sri Mulyani memberikan keynotespeech pada acara Konvensi Nasional Insinyur Kimia IX, 2017 di Gedung Pertamina, Jakarta (29/09). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengharapkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dapat lebih meningkatkan dan mengedepankan inovasi dan teknologi di era persaingan ekonomi global yang sangat cepat saat ini. 

Harapan tersebut disampaikan oleh Menkeu pada Konvensi Nasional Insinyur Kimia IX, 2017 dengan tema “Investment Led Growth in line with The Rising of Chemical Industries and Boosting Human Resources Competitiveness in Indonesia” di Gedung Pertamina, Jakarta (29/09). 

“Tentunya para insinyur di Indonesia diharapkan bisa berkontribusi karena Indonesia seperti saya katakan tadi, kita sudah mendapat skor yang makin baik di bidang ease of doing business, di bidang macro-economic policy, tapi Indonesia dari sisi teknologi, innovation kita masih merupakan negara yang masih cukup belum bisa compete,” paparnya.     

Salah satu bentuk nyata inovasi yang dapat dilakukan oleh para insinyur adalah diversifikasi makanan. Dalam hal ini tentunya para insinyur di bidang kimia menjadi sangat penting. Bagaimana kita tidak hanya sekedar makan nasi tapi sekarang bagaimana kalau saya kepingin makan nasi tapi dia tidak selalu ada, dia bisa didistribusikan di tempat bahkan terpencil dengan lauknya. 

"Jadi, packaging menjadi penting bagaimana menjadi makanan yang siap saji tanpa membutuhkan olahan di tempat,” ungkapnya.

Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi yang sehat membutuhkan sumber daya yang berkompetensi, berdaya saing dan memiliki produktivitas tinggi. 

"Dari sisi demand, household yang memiliki purchase power parity (keseimbangan kemampuan berbelanja) untuk menopang pertumbuhan yang baik sangat diperlukan. Untuk itu, dibutuhkan household yang bisa mensuplai tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi," jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa pendidikan itu penting untuk menciptakan produktivitas dan penghasilan yang baik.

"Earn itu diperoleh dari productivity. Jadi, banyak negara maju selalu berpikir mengenai bagaimana to create household yang bisa mensupply tenaga kerja dengan productivity yang tinggi. Makanya pendidikan penting, teknologi itu menjadi penting, akses terhadap pendidikan penting," tandasnya. 

Inilah alasan pendidikan menjadi salah satu prioritas dari pemerintah Indonesia saat ini. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar