Petani Desa Simpang Lhee Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang Panen Demplot Padi Sawah Dengan Teknologi Emas Hitam

Redaksi: Minggu, 08 Oktober 2017 | 01.18.00

Dandim Makodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE hadiri Panen Demplot Padi Sawah dengan Tekhnologi Emas Hitam di Lahan Petani Rini warga Desa Simpang Lhee di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/10/2017). (Foto: Andi Saputra)

ACEH TAMIANG| HARIAN9
Komandan Distrik Militer (Dandim) Makodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE menghadiri Panen Demplot Padi Sawah dengan Tekhnologi Emas Hitam di Lahan Petani Rini warga Desa Simpang Lhee tepatnya dikecamatan Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/10/2017).

Penanaman padi tersebut kerjasama dari pihak  Kodim 0104/Atim bersama LP3TIDI dengan menggunakan Tekhnologi Emas Hitam berupa Biochar Biopro penggagas dari seorang  Dr. Ir. Ishenny Mohd Noor yang juga selaku Ketua ICH-LP3TIDI Aceh.

Julukan Emas Hitam itu sendiri  berbahan baku sampah (selain Besi dan Kaca) yang diolah oleh pihak Kampus Hijau jalan Profesor Majid Ibrahim Desa Seurigit Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa mengasilkan Biochar Biopro yang merupakan Pupuk Karbon Organik Penyubur Tanaman, Briqet Biopro atau Briqet sejenis Parapin. 

"Keunggulan Biochar Biopro dalam bercocok tanam khususnya padi mendapatkan hasil panen lebih cepat dan berlimpah sama hal pakai pupuk Zat Kimia, pupuk Zat Kimia mahal harganya kemudian pakai Zat Kimia terus menerus dapat merusak kultur tanah karena kelebihan zat asam membuat sumber Oksigen tanah berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan padi. Dan buruknya proses kerja Zat Kimia hingga ke dalam padi, padi digiling menjadi beras dan beras dikonsumsi manusia, Zat Kimia pun masuk kedalam tubuh sehingga terkontaminasi dengan kesehatan manusia akibat pengaruh Zat Kimia yang masuk kedalam tubuh," jelasnya.

Ditambahkannya, dengan menggunakan Biochar Biopro tanah lebih jadi stabil kandungan asamnya sehingga sumber Oksigen cukup dalam tanah tanpa ganggu pertumbuhan padi, untuk digunakan secara terus menerus pun tidak berpengaruh pada perubahan kultur tanah.

"Satu hektar sawah petani cuman keluarkan biaya untuk pupuk 250 ribu per hektar (50 botol Biochar Biopro, 5 ribu rupiah ). Bersama Emas Hitam Rakyat Sehat Petani Sejahtera,“ ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Dandim 0104/Atim memaparkan Taraf hidup petani harus makin hari makin meningkat, penemuan Teknologi Emas Hitam menjadikan hasil panen petani meningkat dan petani bisa menanam kapan saja tidak harus menunggu musim hujan karena terdapat karbon yang mampu menyimpan kandungan air  sehingga tanah tetap lembab.

"Hal ini sangat menguntungkan para petani tidak selalu mengisi air disawahnya," ungkap Dandim.

"Ke depan petani bisa hidup lebih hemat sehingga tercapai kehidupan petani yang lebih makmur dan sejahtera," tambahnya.

Di samping itu, dalam hal tersebut, dari hasil pantauan pihak wartawan Turut hadir, Pabung Aceh Tamiang Mayor Inf. A. Yani, Danramil 15/Manyak Payed Kapten Inf Arif Bima Tejo, Danramil 30 Langsa Timur Kapten Inf M.Kaoy, Pasiter Kodim Atim Kapten Czi Karsono, Camat Kec. Manyak Payed Drs. Wan Irwansyah, Datok Penghulu Ds. Simpang Lhee M. Amin. (Andi9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar