Potong Mata Rantai, Mendag Segera Adopsi Konsep Jawa Timur Fair ke Seluruh Indonesia

Redaksi: Jumat, 06 Oktober 2017 | 10.08.00



SURABAYA| HARIAN9 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan mengadopsi konsep Jawa Timur Fair (Jatim Fair) untuk dapat diimplementasikan di seluruh Provinsi di Indonesia. 

Hal inidikemukakannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Jatim Fair 2017 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur 2017, Kamis (5/10) di Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

“Untuk mengadopsi konsep Jatim Fair, Kementerian Perdagangan akan menjadi koordinator pelaksana yang mengembangkan konsep ini menjadi sistem perdagangan antarprovinsi dan antarpulau. Dengan dukungan Kemendag dalam hal regulasi, diyakini konsep ini nantinya dapat menciptakan pola supply and demand yang baik, memotong mata rantai, dan mewujudkan stabilitas harga,” ungkap Enggar.

Jatim Fair kali ini merupakan penyelenggaraan tahun yang ke-8. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan, pada Jatim Fair 2017 telah dihasilkan transaksi sebesar Rp.750 miliar dalam waktu satu setengah jam pada hari pembukaan pameran.

Selama ini, lanjutnya, kegiatan serupa Jatim Fair telah dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia, namun penyelenggaraannya belum lengkap dan belum terkoordinasi dengan baik.

“Untuk itu, Kemendag sebagai koordinator akan mengundang para pemerintah daerah untuk mendengarkan paparan dari Gubernur Jawa Timur mengenai penyelenggaraan Jatim Fair,” jelasnya.

Penerapan konsep Jatim Fair di provinsi-provinsi di Indonesia tidak hanya bermanfaat sebagai ajang promosi potensi daerah, tetapi juga sebagai upaya menghasilkan transaksi dan mendorong provinsi-provinsi lain di Indonesia mengembangkan nilai tambah untuk produk-produk daerahnya.

Diapresiasinya, kerja keras Pemerintah Provinsi dan para pelaku usaha di Jawa Timur yang berhasil mencatatkan surplus perdagangan dengan Singapura. 

“Jawa Timur berhasil mencatatkan surplus perdagangan dengan Singapura. Padahal secara nasional, neraca perdagangan Indonesia masih defisit terhadap Singapura. Surplus Jawa Timur terhadap Singapura ini didukung oleh visi Pemerintah Provinsi untuk menjual dan menghasilkan produk bernilai tambah. Ini yang perlu ditiru oleh para kepala daerah lainnya,” tandas Mendag. 

Berbagi dengan UMKM

Pada pembukaan Jatim Fair 2017 ini, Enggar juga mengimbau para pelaku toko modern untuk membantu dan mengangkat para pengusaha kecil. Menurutnya, UMKM harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta mampu terus meningkatkan kapasitas sehingga dapat didorong untuk ekspor.

“Saya meminta toko modern untuk memberikan kesempatan bagi UMKM secara periodik mempromosikan produk-produknya dengan memberikan tempat di pusat perbelanjaan tanpa memungut biaya. Ini saatnya kita membantu UMKM agar dapat maju bersama,” katanya.

Menurutnya, UMKM yang diberikan kesempatan mempromosikan produknya di pusat perbelanjaan besar menyatakan terjadi peningkatan transaksi penjualan lebih dari 80 persen di tiga hari pertama.

“Para pelaku usaha yang telah sukses hendaknya mengembalikan sebagian kesuksesannya untuk kemajuan daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar