Presiden: Jangan Biarkan Pelaku Usaha ‘Wait and See’

Redaksi: Rabu, 04 Oktober 2017 | 06.37.00



JAKARTA| HARIAN9 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh kementerian dan lembaga agar jangan membiarkan investasi, investor, pelaku-pelaku usaha wait and see seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet pada Selasa, (03/10).

“Mereka-mereka ini kalau ditanya ngomongnya terus wait and see. Artinya, kalau ada masalah, ada problem, segera di kementerian-kementerian ini diselesaikan,” tegas Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (02/10) siang.

Ditegaskannya, dunia usaha harus didukung, difasilitasi dan dibantu karena yang bisa membuka lapangan pekerjaan, bisa menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan infrastruktur itu 60-70 persen ada di mereka.

“Jadi, tolong ini yang berkaitan dengan perizinan, sekali lagi, yang berkaitan dengan investasi betul-betul kita perhatikan,” pintanya.

Di samping itu, hal yang menjadi perhatian Jokowi adalah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan agar diperhatikan dan ditambah.  

“Anggaran yang berkaitan dengan ini agar betul-betul diperhatikan dan ditambah,” pesannya.

Kemudian yang terakhir, berkaitan dengan pengangguran dimana erat hubungannya dengan investasi dan lain-lainnya serta ketimpangan.

Menurutnya, mulai Oktober ini akan dimulai masalah hutan sosial, masalah pembukaan Bank Wakaf Mikro. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar