Ruas Jalan Kabupaten Di Kecamatan Angkola Barat Amblas

Redaksi: Senin, 09 Oktober 2017 | 00.09.00

Ruas badan jalan yang menghubungkan Desa Sitaratoit dengan Desa Lembah Lubuk Raya di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapsel yang amblas, sehingga membahayakan bagi pengendara, Minggu (8/10). (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Badan jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Sitaratoit dengan Desa Lembah Lubuk Raya di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kini kondisinya sudah sangat membahayakan. 

Soalnya sebahagian badan jalan yang merupakan jalan pengubung dua desa dan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat tersebut amblas diakibatkan terjadinya erosi di dasar badan jalan. 

Bahkan badan jalan yang lebarnya sekira 5 meter, sepertiganya telah amblas ke dasar jurang.

Pantauan, Minggu (8/10), di lokasi amblasnya badan jalan yang telah berlangsung cukup lama itu sama sekali tidak ada didirikan tanda-tanda bahaya, bahwa jalan tersebut telah amblas dan kenderaan yang melintas untuk hati-hati.

Ironisnya lagi, sampai saat belum ada tindakan apa-apa dari pihak Pemkab Tapsel melalui Dinas PU Tapsel, apalagi untuk menjaga kestabilan jalan haruslah dibangun dek pengaman di tepi badan jalan agar jalan tidak semakin amblas akibat arosi dasar badan jalan.

Akibat dari kurang perhatiannya Dinas terkait untuk menangani kondisi jalan tersebut, pengangkutan hasil pertanian dari dua desa yang ada di Kecamatan Angkola Barat untuk dipasarkan ke luar desa sering terhambat apalagi waktu melintasi jalur tersebut dan berpapasan dengan kenderaan lain, sehingga terjadi kemacetan.

Demikian juga bagi warga Desa Sitaratoit maupun warga Desa Lembah Lubuk warga Desa Lembah Lubuk Raya yang hendak bepergian ke luar Desa, sering ketakutan bila melintasi jalur tersebut.

“Kalau jalan tersebut tidak secepatnya ditanggulangi, dalam tempo tidak berapa lama lagi jalan tersebut akan mengalami putus total, apalagi pada musim hujan, air yang mengalir dari badan jalan akan jatuh ke dasar badan jalan akan mengikis dinding dasar badan jalan,“ ujar Kepala Desa Lembah Lubuk Raya Dongoran Siregar saat menyikapi kondisi jalan tersebut.

Diakuinya, kondisi jalan yang amblas tersebut sudah dilaporkan ke pihak Kecamatan untuk diteruskan ke Pemkab Tapsel dan penanganannya bisa cepat dilakukan agar warga bisa beraktivitas dengan normal.

Terpisah, pemerhati pembangunan Tapsel Ibrahimsyah Nasution mengatakan, amblasnya badan jalan yang telah mencapai 1 meter dari total lebar jalan 4 meter tersebut, memang sangat kita khawatirkan, apalagi bila melintas pada malam hari dan jalan tersebut tinggal menunggu korban saja bila tidak secepatnya ditanggulangi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya Pemkab Tapsel melalui Dinas PU melakukan antisipasi dengan membangun dek tepi badan jalan, agar pengikisan air terhadap badan jalan tidak semakin lebar.

"Pemkab Tapsel melalui instansi terkait harus segera memperbaiki kerusakan ini sebelum ada korban jiwa terjadi. Lagi pula, jalan ini merupakan satu-satunya akses memhubungkan dua desa yang berada di lereng gunung Lubuk Raya, sehingga sangat perlu diprioritaskan perbaikannya sebelum putus total,” kata Baim.

Ia juga mengaku banyak mendengar keluhan warga terkait buruknya insfrastruktur jjalan di Kabupaten Tapsel. Tidak hanya jalan provinsi dan negara yang dikeluhkan warga Kabupaten tapi ruas jalan Kabupaten pun banyak yang dikeluhkan akibat kondisi. Bahkan jalan yang amblas sering jadi sorotan warga.

“Setidaknya, kondisi ruas jalan Kabupaten yang rusak dan amblas secepatnya ditanggulangi agar tidak mengganggu dan menghambat aktivitas warga terutama untuk memasarkan hasil pertanian warga,” ujarnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 
   

                            



Komentar