Terkait Ketidaksanggupan Sejumlah Sekolah Laksanakan UN Gelombang Ke II Tahun 2017, Disdik Paluta Akan Koordinasi Dengan Disdik Propsu

Redaksi: Selasa, 10 Oktober 2017 | 00.50.00

Ilustrasi

PALUTA| HARIAN9
Terkait ketidaksanggupan sejumlah sekolah mwlaksanakan Ujian Nasional (UN) Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Paket B/Wustha gelombang II tahun 2017 yang mewajibkan dilaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta akan melakukan koordinasi dengan Disdik Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

“Kita akan berkoordinasi dengan Disdik Sumut, karena kebijakan tersebut ditetapkan oleh pihak Disdik Provinsi Sumut dan Kemendikbud yang disampaikan pada saat kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh pihaknya beberapa waktu lalu di Medan,“ ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Paluta Drs Umar Pohan Msi melalui Sekretaris Eva Sartika SH M.Kom, Senin (9/10).

Dikatakannya, terkait keluhan sekolah untuk mewajibkan pelaksanaan UNBK gelombang II tahun 2017, Disdik Paluta telah menyampaikannya ke Disdik Sumut. Tapi waktu itu memang begitulah keputusan yang diberikan.

“Walau demikian, kita masih terus mengupayakan solusi lain dan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Disdik Provsu terkait pelaksanaan UNBK yang tidak memungkinkan dilaksanakan di Paluta saat ini,“ katanya.

Disebutkannya, Disdik Paluta juga tidak ingin jika pelaksanaan UN gelombang ke II tahun 2017 tidak terlaksana akibat kendala yang di luar jangkauan atau tidak memungkinkan di sanggupi di daerah Kabupaten Paluta saat ini.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyampaikan keluhan dan kendala ini kepada pihak Disdik Propsu agar kembali melakukan evaluasi atas kebijakan pelaksanaan UNBK tersebut. 

Sebab, jika pelaksanaan UNBK tersebut tetap diwajibkan sehingga UN Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Paket B/Wustha gelombang II tahun 2017‎ gagal dilaksanakan, akan sangat tidak baik bagi para peserta dan membawa efek yang tidak baik kepada perkembangan dunia pendidikan di daerah Kabupaten Paluta.

“Kita juga tidak ingin pelaksanaan UN gelombang ke II ini gagal akibat kebijakan yang tidak mungkin dijalankan di daerah kita untuk saat ini melihat kondisi dan fasilitas yang tidak memungkinkan,“ jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kalangan pendidik di Paluta menyoroti pelaksanaan UNBK Gelombang Ke II Tahun 2017. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai oleh beberapa pihak sekolah sangat dipaksakan dan menjadikan beberapa sekolah di Paluta sebagai bahan percobaan atas kebijakan tersebut.  (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar







Komentar