Walikota Berharap Festival Oleh-Oleh Tabagsel Bisa Mendongkrak Ekonomi Masyarakat

Redaksi: Minggu, 01 Oktober 2017 | 21.45.00

Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si saat menerima audensi panitia festival oleh-oleh Tabagsel, dipimpin penangungjawab Dr.Kiman Siregar. S.TP.M.Si didampingi ketua panitia Ir. Ali Muda Siregar dan humas panitia Messa Siadari, SE di ruang kerja Walikota, Jumat (29/9). (Foto: Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si berharap, festival oleh-oleh tapanuli bagian Selatan (Tabagsel) yang diselengarakan Institute Tabagsel dan diinisiasi “Bolu Salak Kenanga” pada 15-17 Desember 2017 mendatang di Halaman Bolak Kota Padangsidimpuan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kgususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu diungkapkan Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si usai menerima audensi panitia menerima audensi panitia festival oleh-oleh Tabagsel dipimpin penanggungjawab kegiatan Dr. Kiman Siregar. S.TP.M.Si didampingi ketua panitia Ir. Ali Muda Siregar dan humas panitia Messa Siadari, SE di ruang kerja Walikota, Jumat (29/9).

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan festival oleh-oleh Tabagsel ini baru pertama kali dilaksanakan dan digagas oleh institute Tabagsel yang didalam organisasi tersebut diisi oleh putra-putri Tabagsel di perantauan guna mendorong semangat dan inovasi usaha khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Tabagsel khususnya di Kota Padangsidimpuan,“ ujar Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si.

Lebih lanjut Walikota mengharapkan pada festival oleh-oleh Tabagsel itu nantinya, Kota Padangsidimpuan akan menyiapkan berbagai jenis produk unggulan Kota Padangsidimpuan yang dikelola UMKM seperti tenun, produk makanan berbahan baku salak, makanan khas Kota Padangsidimpuan, dll.

“Untuk menyemarakkan festival tersebut saya sudah perintahkan Kadis Koperasi dan Perdagangan serta instansi terkait untuk melakukan koordinasi dengan kalangan UMKM di Kota Padangsidimpuan dan mempersiapkan apa-apa saja produk unggulan Kota Padangsidimpuan yang akan dikutsertakan pada festival oleh-oleh Tabagsel tersebut,“ jelasnya.

Selain itu juga katanya, karena festival tersebut merupakan salah satu ajang promosi produk-produk lokal, kiranya kesempatan ini tidak di sia-siakan dan kami juga mengharapkan organisasi institute Tabagsel yang memiliki secretariat di Jakarta agar tidak hanya melaksanakan kegiatan festival saja.

Tetapi lebih dari itu organisasi milik putra-putri Tabagsel ini bisa membina UMKM di daerah untuk bisa mengelola UMKM secara profesional dan juga mengupayakan pangsa pasar baik nasional maupun internasional bagi produk unggulan Tabagsel, sebab UMKM merupakan tonggak peningkatan perekonomian masyarakat.

“Institute Tabagsel ini juga kiranya bisa memperhatikan dan membina UMKM di daerah untuk bisa mengelola UMKM secara profesional dan juga mengupayakan pangsa pasar baik nasional maupun internasional bagi produk unggulan Tabagsel, sehingga perekonomian masyarakat bisa berkembang dengan baik,“ kata Walikota.

Sementara penanggungjawab kegiatan festival oleh-oleh Tabagsel Dr.Kiman Siregar. S.TP.M.Si didampingi ketua panitia Ir. Ali Muda Siregar dan humas panitia Messa Siadari, SE mengatakan, kegiatan festival oleh-oleh yang akan digelar oleh institute Tabagsel ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan berbagai produk unggulan UMKM yang bisa dijadikan “oleh-oleh” dari Tabagsel.

Disebutkannya, pelaksanaan even ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari di alaman Bolak Kota Padangsidimpuan dan dalam even tersebut ada beberapa kegiatan yang laksanakan diantaranya, pameran makanan dan minuman oleh-oleh khas Tabagsel, pameran kerajian tangan, pameran kerajinan seni dan budaya, pameran ekonomi kreatif serta memperkenalkan pelaku dunia usaha UMKM.

“Selain untuk memperkenalkan produk-produk UMKM dan para pelaku dunia usaha dengan pihak investor diwilayah Tabagsel, festival ini harapan kita semua produk daerah dikenal tingkat nasional maupun internasional,“ ujar Kiman.

Ditambahkannya, festival yang agenda pelaksanaannya pada bulan Desember 2017 mendatang, juga dimaksudkan untuk mengintegrasikan antara produsen dan konsumen pelaku-pelaku UMKM dengan masyarakat luas yang ada dikawasan itu.

“Tabagsel merupakan daerah yang kaya dan subur namun sejauh ini industri hilir dari berbagai produknya belum bisa menjangkau semua nusantara. Untuk itu kita inisiasi dengan kegiatan ini,” katanya.

Selain itu tambah Kiman, untuk mememajukan industri hilir tersebut pihaknya melalui Tabagsel Institute yang bekerjasama dengan toko “Bolu Salak Kenanga” akan menjadi penyambung antara produsen, pelaku-pelaku UMKM, Perbankan sehingga nantinya industri hilir ini dapat menjangkau seluruh nusantara.

“ Untuk memudahkan integrasi ini maka kita buat Festival oleh-oleh Tabagsel, sehingga nantinya produk-produk UMKM dari wilayah kita bisa lebih terkenal dan diharapkan event ini nantinya dapat menguntungkan semua pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah yang secara terus-menerus ingin memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya,” harap Kiman Siregar. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar         
                                                                                             


Komentar