5 Catatan Menag untuk Penyelenggaraan Haji

Redaksi: Selasa, 07 November 2017 | 07.50.00

Menag Lukman Hakim beri sambutan pada Rakernas Evaluasi Pelaksanaan Haji 2017. (Foto: kemenag)


JAKARTA| HARIAN9 
Penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M telah usai. Cerita sukses pelaksanaan ibadah haji telah tersiar. 

Indeks Kepuasan Jemaah Haji hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) meningkat 1.02 point 84,85 persen. Pemerintah Saudi bahkan menyebut pelaksanaan haji tahun ini tersukses dalam sejarah.

Walaupun demikian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, memberikan catatan yang perlu dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1438 H/2017 H, di Jakarta, Senin (6/11). 

Catatan pertama, merespon permintaan banyak pihak, dipintanya pembahasan terkait jemaah yang wafat sebelum berangkat. 

“Jika ada jemaah wafat sebelum berangkat, apakah dapat digantikan oleh ahli warisnya,” jelasnya.

Catatan kedua terkait pengaturan  jemaah yang tiba di bandara AMAA Madinah. Oleh karena tidak cukup waktu mengatur jemaah, Menag minta dibahas solusinya. 

Apakah memungkinkan formasi bus yang akan digunakan jemaah menuju pemondokan, disesuaikan dengan formasi di pesawat?

“Yang keluar pesawat lebih dulu, maka itulah yang akan menempati bus terlebih dahulu,” ungkap Menag. 

Catatan berikutnya tentang Mina.  Menag minta agar tenda jemaah di Mina menjadi perhatian. Apalagi, tahun ini, jemaah haji Indonesia menempati tenda yang relatif berhimpitan. 

“Semoga Saudi Arabia berkenan menambah kapasitas tenda bagi Indonesia di Mina,” harapnya.

“Katering di Mina juga menjadi perhatian. Walaupun tidak bisa disamakan katering yang diproduksi oleh dapur di Mina dengan yang di luar Mina,” lanjut Menag. 

Selain tenda dan katering, Lukman meminta seluruh peserta rapat agar mencermati transportasi di Arafah-Mina. 

“Kita harus melakukan upgrade. Sejak di dalam negeri sudah harus diprioritaskan untuk menjadi perhatian,” harapnya.

Hadir dalam acara evaluasi Dubes RI untuk Saudi, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Konsul Jenderal Hery Saripuddin, Dirjen PHU Nizar Ali, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar