Banana Manggo dan Avocado dari KP Cukur Gondang

Redaksi: Senin, 06 November 2017 | 09.05.00

Ekspose Perbenihan dan Sumber Daya Genetik Mangga yang diadakan di Kebun Percobaan (KP) Cukur Gondang, Pasuruan, Jawa Timur pada Jumat-Minggu (3-5 November 2017) menyajikan banyak hal luar biasa dari keragaman mangga Indonesia dan potensi pengembangannya. (Foto: kementan)

PASURUHAN| HARIAN9 
Indonesia memiliki keragaman genetik buah mangga yang jumlahnya luar biasa.  Ekspose Perbenihan dan Sumber Daya Genetik Mangga yang diadakan di Kebun Percobaan (KP) Cukur Gondang, Pasuruan, Jawa Timur pada Jumat-Minggu (3-5 November 2017) menyajikan banyak hal luar biasa dari keragaman mangga Indonesia dan potensi pengembangannya.

Rangkaian acara selain launching varietas, juga dilaksanakan temu bisnis dengan para pelaku bisnis mangga, pengenalan ratusan aksesi mangga, dan aneka pelatihan pendukung dalam budi daya mangga.  

Launching dilakukan untuk 2 (dua) varietas mangga, yaitu Mangga Agrigardina yang dikenal dengan Banana Mango dan Mangga Gadung yang dikenal dengan Avocado Mango. 

Mengapa banana mango, karena mangga ini berukuran kecil, berwarna kuning kemerahan, harum, manis dan cara makannya dapat dikupas seperti pisang.  

Sementara, mengapa pula disebut Avocado Mango, tidak lain karena cara membukanya seperti membelah buah alpukat, dengan diiris tengah dan diputar, ukuran buah besar, warna hijau segar serta manis dan pulen.  

Kedua mangga ini akan menjadi primadona baru mangga Indonesia, menyusul harum manis dan gedong gincu yang sudah terkenal di manca negara.

Kedua mangga ini akan menambah pilihan buah nusantara dan pastinya akan menjadi primadona di Pasuruan dan juga di wilayah lain di Indonesia, jelas Hariyanto Kepala Puslitbang Hortikultura, Kementan. 

Dalam kesempatan lain Muhammad Prama Yufdy (Balitbang Kementan)  menyampaikan bahwa networking yang kuat guna menghilirkan semua hasil inovasi hingga ke petani dan utamanya para pelaku agribisnis mangga dan buah tropika lainnya, harus terus dilaksanakan. (kementan/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar