Bantuan Buku dan Dana Untuk Perpustakaan Daerah Prof. Drs. Lafran Pane

Redaksi: Minggu, 26 November 2017 | 19.11.00

Tokoh Nasional DR. Ir. Akbar Tanjung memberikan kata sambutan pada acara penyerhan buku dan dana untuk perpustakaan daerah sekaligus syukuran pemberian gelar pahlwawan kepada Prof. Drs. Lafran Pane, baru-baru ini.  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Perpustakaan Daerah Prof. Drs. Lafran Pane Sipirok memperoleh bantua buku perpustakaan dan dana dari Prof. Anwar Nasution yang diserahlan oleh tokoh nasional DR. Akbar Tanjung dalam rangkaian acara syukuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Drs. Lafran Pane pada tanggal 11 November 2017 yang lalu di Istana Negara, Jakarta.

Buku dan dana untuk pengelolaan perpustaaan Daerah Prof. Drs. Lafran Pane tersebut diteriima Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, disaksikan dan hadiri ribuan warga Tapsel di Desa Pangurabaan Sipirok dan dihadiri Gus Irawan Pasaribu (Ketua Komisi VII DPR RI),  Panusunan Pasaribu (Wali Amanat USU Medan), Ibrahim Ambong (mantan Dubes Chile), Baharuddin Aritonang (mantan anggota DPRD),  Afian Alpan (Ilmuwan),  Ir Iqbal Pane, Tokoh Adat Mangaraja Tenggar,  dll.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu melalui Humasy Tapsel Isnut Siregar diruang kerjanya, Jum,at (24/11/2017) mengatakan, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu SH langsung  menerima bantuan buku dan dana dari Prof. Anwar Nasution yang diserahlan oleh Akbar Tanjung untuk membantu perpustakaan Daerah yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tapsel, yang diberi nama Perpustakaan Prof. Drs. Lafran Pane dan rencananya perpustakaan tersebut akan diresmikan pada 5 Pebruari 2018 mendatang yang bertepatan dengan hari lahir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Bupati juga berharap kepada seluruh massyarakat yang merasa bermarga Pane dimana saja maupun yang hadir pada acara tersebut untuk bersatu guna membantu membebaskan lahan untuk perluasan pembangunan gedung perpustakaan Lafran Pane,  sehingga nantinya perpustakaan tersebut bisa diperluas lagi.

Bupati menambahkan, sejarah telah membuktikan bahwa Lafran Pane Lahir pada 12 April 1922, dan  wafat pada tanggal 24 Januari 1991. Lafran Pane adalah anak keenam dari keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama. Lafran bungsu dari enam bersaudara yaitu, Nyonya Tarib, Sanusi Pane, Armijn Pane, Nyonya Bahari Siregar, Nyonya Hanifiah dan Lafran Pane.

Sebelumnya tokoh nasional DR Akbar Tanjung menyatakan, pemberian gelar nasional kepada Prof. Drs. Lafran Pane tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 115/TK/Tahun 2017 per tanggal 6 November tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Akbar Tanjung, gagasan untuk mengusulkan Prof. Dr. Lafran Pane sebagai pahlawan Nasional dimulai sejak tahun 2015 yang lalu dengan kajian yang dilakukan tim yang selanjutnya diserahkan kepadanya.

Prof Drs H Lafran Pane diangkat sebagai pahlawan Nasional karena dia dikenal sebagai tokoh pemrakarsa dan pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi yang melahirkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik di negeri ini. Tak hanya itu, Lafran juga punya andil besar terhadap lahirnya proklamasi dan dia juga disegani karena pemikiran dan gagasannya terhadap kemajuan Islam.  (Wan9)


Komentar