Bus ALS Terjun Ke Jurang, 3 Penumpang Tewas, 29 Luka-Luka

Redaksi: Kamis, 23 November 2017 | 23.28.00

Bus PT ALS yang masuk jurang di Jalinsum Desa Hasobe Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (23/11/2017). (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Diduga supir mengantuk, bus PT. Antar Lintas Sumatera (ALS) jurusan Medan-Panyabungan terjun ke jurang berkedalaman sekira 25 meter di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Hasobe Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (23/11) sekira pukul 04.30 Wib.

Dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut, 3 orang penumpang tewas, 4 orang luka berat da 25 orang luka ringan. Sementara sopir bus melarikan diri, diduga ketakutan di amuk massa.

Informasi yang dihimpun, bus PT.ALS No Pol BK 7246 UA kecelakaan bermula saat bus melaju kencang dari arah Tarutung hendak menuju Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan rencanya transit di Kota Padangsidimpuan.

Sampai di tikungan tajam Desa Hasobe Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapsel, tiba-tiba bus tak mampu dikendalikan dan langsung terjun bebas ke dasar jurang di tepi Jalinsum Desa Hasobe tersebut.

Para penumpang yang sebahagian besar masih tertidur langsung tersentak dan menjerit-jerit mengetahui bus yang mereka tumpangi sudah terkapar di dasar jurang. Sementara warga sekitar yang terkejut jeritan orang langsung berhamburan ke lokasi kejadian dan warga melihat ada bus penumpang yang jatuh ke jurang. Spontan warga memberikan pertolongan dan tidak berapa lama petugas kepolisian dating untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Tapsel AKBP. M. Iqbal Harahap melalui Kasat Lantas AKP. Muri Yasnal, SH saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa Laka Lantas yang menimpa bus PT ALS, menyebabkan tiga penumpang tewas dan puluhan luka-luka

“ Dugaan sementara, bus terjun ke jurang karena sopir mengantuk saat  lagi terjadinya kerusakan di bagian kemudi bus itu, sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kemudi, laju bus tak bisa dikendalikan saat melintas di lokasi. Untuk memastikan dugaan ini, kami masih melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), “ ujar Kasat Lantas.

“ Saat ini, kita  sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di antaranya kernet bus. Sementara sopir bus masih dalam pencarian petugas yang diperkirakan melarikan diri ke arath Tapanuli Utara, “ tandas Kasat.

Menurut Kasat, untuk mengevakuasi korban yang terjepit dalam bus, petugas kepolisian dibantu warga sekitar menggunakan cara dengan memecahkan kaca bus agar penumpang dapat dikeluarkan dari dalam bus yang ringsek di dasar jurang. Sementara, korban yang tewas dan luka-luka langsung di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok utuk dilakukan penanganan sekaligus menghubungi para keluarga korban untuk dating ke RSUD Sipirok.

“ Ada 3 korban tewas, yakni seorang penumpang tewas di TKP dan dua penumpang lagi meninggal dunia di saat perjalanan menuju RSUD Sipirok yang berjarak sekira 25 kilometer dari TKP, “ terangnya.

Terpisah, Kapolres Tapsel AKBP. M. Iqbal Harahap saat menjenguk para korban di RSUD Sipirok mengatakan, evakuasi para korban dilakukan aparat kepolisian dan TNI dibantu warga setempat.

“ Kita belum tau berapa jumlah penumpang seluruhnya karena masih dalam evakuasi petugas Sat Lantas. Namun saya tetap memonitor segala perkembangnnya,” ujar AKBP M. Iqbal Harahap.

Ia menyebutkan, untuk sementara tiga penumpang yang tewas teridentifikasi masing-masing atas nama Taufik (57 tahun) warga Jalan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Ahmad Khumafi (24 tahun) warga Desa Pantauan Kecamatan Panyabungan dan Bisma Sari Siregar (70 tahun) warga Desa Muara Togar Kecamatan Kotanopan Kabupaten Madina.

Untuk korban yang mengalami luka berat ada empat orang, masing-masing atas nama Darwin Rambe (43), Warga Desa Marisi Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapsel, Winda Rangkuti (25), warga Desa Muara Tagor Kecamatan Kotanopan Kabupaten Madina, Harpah (50), warga Limau Manis Pasar 15 Kecamatan Tanjung Morawa Medan dan M Safii Siregar (43) warga Jalan Denai Medan, ditambah 25 orang penumpang luka ringan.

“Rencananya korban yang meninggal dunia akan dipulangkan semuanya hari ini ke keluarga masing-masing dan yang luka berat dan ringan masih dirawat di RSUD Sipirok, “ terangnya.  (Wan9)



Komentar