Diduga Selewengkan Bantuan Raskin, Mantan Camat dan Kades Ditahan

Redaksi: Rabu, 08 November 2017 | 07.07.00

Oknum Camat AJS yang ditetapkan sebagai 
tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan 
bantuan Raskin Kabupaten Paluta TA 2015, 
saat hendak menjalani pemeriksaan di Kantor 
Kejari Paluta, Senin malam. (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan bantuan Beras Miskin (Raskin) Tahun Anggaran (TA) 2015, oknum Camat AJS dan oknum Kepala Desa‎ di Kabupaten Paluta MH ditahan oleh tim Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara (Paluta) di Gunuug Tua, Senin (6/11/2017) sekitar pukul 20.00 Wib.

Kedua oknum tersebut yakni AJS dan MH berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor‎ B-516/N.2.33/Fd.1/09/2017 atas nama AJS dan penetapan tersangka Nomor B-563/N.2.33/Fd.1/10/2017 atas nama MH.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Paluta Rizal S Nyaman SH MH melalui Kasi Intel Sutan SP Harahap SH yang dikonfirmasi, Selasa (7/11) membenarkan penahanan terhadap ke dua oknum pejabat Paluta tersebut dalam kasus dugaan penyelewengan bantuan Raskin TA 2015.

Disebutkannya, dugaan penyelewengan bantuan Raskin tersebut sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan, yang diketahui bahwa oknum Camat AJS yang pada tahun 2015 lalu menjabat sebagai Camat dan oknum Kades MH saat itu ditunjuk sebagai kepala penanggung jawab gudang distribusi raskin di wilayah Kecamatan Padang Bolak tidak melakukan penyaluran Raskin untuk bulan ke 13 dan 14 yang pada saat itu merupakan extra bonus.

“ Keduanya saat itu menjabat sebagai Camat dan kepala gudang distribusi raskin. Saat itu ada raskin extra bonus untukbulan ke 13 dan 14 diduga tidak disalurkan kepada masyarakat, yang jumlahnya mencapai sekitar 120 ton dengan rincian 59.970 kilogram untuk setiap bulannya yang diduga tidak disalurkan oleh keduanya dan berdasarkan hasil audit pihak Inspektorat Paluta, total kerugian negara mencapai Rp862 juta, “ ujar Kajari.

Dikatakannya, oknum Camat AJS‎ ditahan setelah dilayangkan surat pemanggilan ketiga dan dilakukan pemeriksaan, sedangkan oknum Kades MH dijemput secara paksa setelah tiga kali mangkir dan tidak menghadiri panggilan dari pihak Kejari Paluta. Keduanya saat ini sudah dititipkan di Rutan Gunungtua menunggu pemeriksaan lebih lanjut dan pihaknya juga masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus  tersebut, apakah ada tersangka lainnya.

“ AJS ditahan setelah menghadiri panggilan ketiga dan dilakukan pemeriksaan, sedangkan MH kita jemput secara paksa di salah satu desa di daerah Tapsel karena tiga kali dipanggil tidak hadir. Kedua tersangka akan dikenai pasal 2 dan 3 jo pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, “ katanya. (Wan9)


Komentar