Direktur RDUP dr Pringadi Komit Benahi Tata Kelola dan Peningkatan Pelayanan

Redaksi: Rabu, 29 November 2017 | 00.26.00

Direktur RSUD dr Pringadi, dr Suryadi Panjaitan SpPD. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9 
Guna mengembalikan citra baik, direktur RSUD dr Pringadi mempunyai fusi dan misi mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada RSUD Dr Pirngadi yang sejak lebih delapan puluh sembilan tahun lalu menjadi rumah sakit dambaan di Sumatera Utara, maka diperlukan sikap tegas dari direkturnya.

Karenanya, dr Suryadi Panjaitan SpPD yang baru dilantik dan dipercaya memimpin RSUD Dr Pirngadi Medan bertekad membenahi dan meningkatkan pelayanan rumah sakit tersebut.

"Ini rumah sakit yang memiliki historis dan potensial. Saya akan perbaiki tata kelolanya," ujar Suryadi, di ruang kerjanya, Selasa (28/11/2017).

Fokus dan terpenting pada Tata kelola yang akan diperbaiki, jelas mantan direktur RSUD Tarutung ini, seperti jangan ada tumpang tindih dalam pekerjaan di struktural. 

"Contohnya masalah lingkungan yang cakupannya luas jangan lagi disuruh beli sabun. Juga masalah kebersihan. Lupakan masa lalu," jelasnya.

RS Pirngadi sendiri, bagi Suryadi sudah tidak asing lagi, karena dia pernah menjadi coast tahun 1989 dan spesialisnya juga di RS Pirngadi dan RS Adam Malik tahun 2003.

Disinggung sikap tegas yang diambilnya bagaimana terhadap para seniornya. Suryadi menyatakan, tidak apa apa dengan senior, akan dirangkul.

"Saya bilang sama dokter, jangan hanya status di sini, tapi harus melayani. Kalau surat tanda registernya melayani di sini, harus utamakan di sini. Utamakan pelayanan di sini, baru keluar," tukasnya.

Untuk itu, kata Suryadi yang juga mantan direktur RSUD HKBP Balige ini lagi, kita harus kerja keras dan saling membantu termasuk dengan media. 

Apalagi mulai tahun depan, hutang rumah sakit milik Pemko Medan ini mulai dibayar seperti obat obatan dan gaji pegawai honor.

"Kita tingkatkan pelayanan dan tenaga medik harus komit. Kalau tidak mau melayani disini, silahkan keluar," tuturnya.

Bahkan, ia mengungkapkan akan selalu meninjau ruangan dan instalasi gawat darurat (IGD).

"IGD pintu gerbangnya pelayanan, saya akan sering kesana," ujarnya yang optimis tenggat waktu tiga bulan yang diberikan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan, dapat dicapai.

Sementara, pengamat kesehatan Destanul Aulia menilai kalau pengangkatan direktur RS Pirngadi sudah melalui proses.

"Di Medan banyak dokter yang mampu. Tapi, untuk mengurus RS Pirngadi perlu orang yang fresh, yang tidak ada kaitannya apalagi dengan RS Pirngadi. Jadi, perlu orang yang tegas," ujarnya.

Destanul berharap kepada direktur yang baru agar segera melakukan tindakan tindakan yang tepat untuk melakukan perbaikan.

"Hal utama, benahi SDM nya, tingkatkan disiplin, beri pelayanan prima, minimalisir yang tidak efektip dan efisien. Jangan tambah beban yang sudah ada. Jauhkan praktek nepotisme untuk jabatan. Direktur sekarangkan orang baru dan gak ada beban," pungkas harap Destanul mengakhiri. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar  














Komentar