FK UISU Berhasil Temukan Cacing Pita Taenia Sepanjang 10,5 Meter di Simalungun

Redaksi: Jumat, 03 November 2017 | 23.52.00

Team Peneliti dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU). (Foto: Jaenal Abidin)


MEDAN| HARIAN9
Dari hasil  Peneliti tim Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) kembali menemukan cacing pita jenis Taenia sepanjang 10,5 meter, yang berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh manusia di desa Nagori Dolok Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dari hasi penelitian ini adalah penemuan kedua, setelah penemuan pertama di daerah yang sama dengan penemuan 2,86 meter. 

FK UISU mengklaim penemuan ke dua ini merupakn rekor dunia terpanjang, dari penemuan di Bangladesh dan bahkan di daerah asalnya di Kecamatan Silau Kahaean. 

"Kepada wartawan yang ditemui di Puskesmas Nagori Dolok, dikatakan pihaknya tidak sekedar menemukan cacing terpanjang yang berhasil dikeluarkan dari tubuh penderita akan tetapi pihaknya bersama Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UISU Dr Umar Zein, Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran UISU Alamsyah Lukito dan staff pengajar UISU, dr Ismurizal serta Analis Kesehatan, Sahat Siregar, datang ke lokasi untuk mengobati para penderitanya," ujar Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran UISU, dr Indra, Kamis (02/11/2017).

Ditambahkannya, bukan siapa duluan atau perlombaan penemuan cacing terpanjang akan tetapi penemuan pada hari memang terpanjang, jadi ini merupakan rekor bagi para peneliti FK UISU ia pimpin.

Indra mengatakan dari hasil penemuan cacing pertama dengan kedua ada ditemukan perbedaan dalam morfologinya.

Lanjutnya lagi Fakultas Kedokteran UISU dalam hal ini mendukung tim peneliti untuk melakukan penelitian secara Biologi Monokuler.

Karena jenis cacing pita mungkin berbeda spesiesnya dengan negara lainnya yang pernah ditemukan.

Artinya mungkin dari peneliti katanya bahwa jenis cacing pita kedua ini berjenis Taenia Asiatica Simalungun, dan itu mudah-mudahan itu dapat kita buktikan, sehingga apabila dari hasil penelitian tersebut menjelaskan ada kecocokan maka FK UISU lah yang pertama menemukan jenis cacing pita tersebut.

Masih dilokasi yang sama, dr Umar Zein menuturkan kunjungan tim FK UISU ke puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan yang menderita cacing tersebut sudah sembuh.

Sedangkan obat yang diberikan kepada 100 orang warga, untuk melakukan pencegahan dan pengobatan.

Sementara itu, dr Sri Rahayu petugas medis Puskesmas Nagori Dolok mengucapkan terimakasih atas bantuan dari FK UISU. Ini sangat membantu masyarakat terutama dengan adanya bantuan obat-obatan yang diberikan.

Senada dengan itu, Kalekson Saragih warga Desa Nagori Maliring, menyatakan Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran UISU, dr Indra Janis MKT,  terimakasih dengan adanya bantuan obat-obatan yang diberikan.

Katanya, ia sangat menderita selama 25 tahun lamanya untuk mencari obat atas sakit yang dideritanya.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan tim FK UISU, setelah meminum obat yang diberikan akhirnya cacing pita sepanjang 10,5 Meter keluar dari dalam tubuhnya.

Kemudian dikatakannya lagi untuk perkembangan dunia medis maka setelah cacing itu keluar langsung mengawetkan dan menyerahkan kepada tim peneliti untuk proses penelitian selanjutnya.

Sama halnya dengan Saridin Purba (57) Warga Jalan Tinggi Raja Nagori Dolok, mengucapkan terima kasih atas obat yang telah diberikan sehingga dirinya sembuh.

Keduanya mengaku sebelum ditemukan obat Praziquantel dari Vietnam ini, sering mengalami cepat kelelahan dan pandangan mata berkurang akan tetapi setelah dikomsumsi ia merasa lebih lega. (jae9)




Komentar