Gempa Teknik UGN Padangsidimpuan Taklukkan Puncak Sorik Merapi

Redaksi: Selasa, 28 November 2017 | 21.58.00

Tim pendaki dari Gempa Teknik UGN Padangsidimpuan yang tergabung dalam organisasi HMI Komisariat UGN Padangsidimpuan saat tiba di puncak Gunung Sorik Merapi di Kabupaten Madina, Jumat (24/11). (Foto: Riswandy/Ist)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam Teknik (Gempa Teknik) Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UGN Padangsidimpuan berhasil menaklukkan puncak Gunung Sorik Merapi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (24/11).

Gempa Teknik UGN Padangsidimpuan yang beranggotakan 12 orang ditambah seorang pemandu tersebut menaklukkan gunung tertinggi di Kabupaten Madina yang memiliki ketinggian 2.145 meter dari permukaan laut (MDPL) sekira pukul 11.00 WIB dan kembali sekira pukul 17.15 WIB akibat kabut tebal yang mulai menutupi puncak gunung.

Ketua HMI Komisariat UGN Padangsidimpuan, Khoirul Salam Batubara, diwakili Hapis Yazid selaku pengurus Gempa Teknik UGN, Senin (27/11) mengatakan, kegiatan pendakian bersama dilakukan selama dua hari (23-24 November 2017) mulai dari persiapan, pendakian hingga kembali ke base camp.

Perjalanan sendiri katanya dimulai dari Komisariat HMI di Padangsidimpuan menuju Kabupaten Madina hingg pendakian ke puncak Sorik Merapi  pada Kamis (23/11) dan pada pukul 05.45 WIB, rombongan pendaki mulai melakukan pendakian menuju puncak gunung dan setiba di puncak sekira pukul 11.00 WIB, para pendaki disuguhkan pemandangan kawah Sorik Merapi yang tertutup kabut. 

Pada pukul 14.00 WIB, seluruh tim pendaki kembali ke bawah dan tiba pukul 17.15 WIB.

“Perjalanan pagi itu menjadi tantangan sendiri di tengah belantara, apalagi gunung Sorik Merapi terkenal dengan keangkerannya menjadi tantangan tersendiri bagi kami, mengingat gunung tersebut memiliki sudut kemiringan sekira 75 derajat dan kalau dikalangan pendaki, Gunung Sorik Merapi tersohor dengan sebutan ‘Rinjani’ nya Sumatera, mengingat tingkat kesulitan medan pendakian,“ ujar Hafis Yazid.

Ditambahkannya, dari kegiatan mendaki tersebut memberikan pelajaran yang sangat berarti dan terlebih-lebih para anggota tim dituntut untuk mencintai alam, karena banyak memberikan manfaat bagi ummat manusia.

“Kami banyak mendapat pelajaran dan kami banyak belajar diantaranya memperjuangkan mimpi kami untuk mencapai puncak serta belajar berpegang teguh pada pendirian, karena kami percaya, di dalam memperjuangkan cita-cita tidak bisa sendiri-sendiri,“ katanya.

Dikatakannya, pendakian bersama ini juga untuk menjalin tali silaturrahmi sesama mahasiswa UGN, sesuai dengan tema  yang diusung ‘Bersama Wujudkan Harapan dan Cita-Cita, Dengan Sasaran Mewujudkan Pemuda Yang Kuat dan Berkomitmen Dalam Perjuangan’. 

“Hambatan pasti ada,  tapi itu dijadikan kekuatan dalam mewujud mimpi kami dan kami akui mendaki puncak Sorik Merapi bukanlah hal yang mudah, tetapi kami sangat bersemangat dan tetap teguh dalam pendirian,“ tuturnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar  
                                                                                 














Komentar