Indonesia Importir Kurma Utama Mesir

Redaksi: Senin, 20 November 2017 | 22.15.00

Indonesia menerima penghargaan sebagai importir utama kurma dari Mesir, Sabtu (18/11) malam waktu setempat.  (Foto: kemlu)


KAIRO| HARIAN9 
Indonesia menerima penghargaan sebagai importir utama kurma dari Mesir, Sabtu (18/11) malam waktu setempat. Penghargaan tersebut diterima oleh Atase Perdagangan KBRI Cairo, Burman Rahman, yang mewakili Duta Besar LBBP RI Cairo, Helmy Fauzy, dari Gubernur Provinsi Matrouh, Mayjen Alaa Abou Zeid, di sela-sela acara 3rd Egyptian Date Palm Festival 2017 di kota Siwa. 

Mayjen Alaa Abou Zeid menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan para importir kurma Mesir, khususnya importir dari Indonesia, India dan Jerman. 

"Pemberian penghargaan ini sebagai apresiasi kepada Kedutaan Besar Indonesia yang telah memaksimalkan kesempatan ekspor kurma Mesir dan membantu perusahaan-perusahaan asal Mesir untuk melakukan kontrak langsung dengan importir di Indonesia," ujarnya.

Indonesia termasuk dalam lima besar negara pengimpor kurma terbesar dari Mesir. Pada tahun 2016, dari total USD.40,41 juta ekspor kurma Mesir, hingga 25% diantaranya (sekitar USD.10 juta) masuk ke Indonesia. 

Adapun pada semester pertama 2017, total impor kurma dari Mesir ke Indonesia naik 35,64 persen (sekitar USD.10,20 juta), dari nilai impor pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD.6,56 juta. 

“Kami terus berupaya melipatgandakan impor jumlah impor tersebut selama beberapa tahun kedepan,” ujar Burman Rahman.

Pada kesempatan terpisah, Dubes Helmy Fauzy menyampaikan misinya untuk meningkatkan hubungan kedua negara, melalui peningkatan kerja sama ekspor dan impor. 

Mesir antara lain mengimpor minyak goreng, biji kopi, tekstil dan produk tekstil, ban kendaraan dari Indonesia, sedangkan Indonesia mengimpor pupuk posfat, kurma, dan hasil pertanian dari Mesir. 

Dubes Helmy menambahkan  bahwa banyak produk dan komoditas Mesir memenuhi syarat standardisasi internasional untuk memasuki pasar Indonesia. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 

                                                                        












Komentar