Kejahatan Penipuan Ala Kanjeng Dimas Sudah Ada di Langkat

Redaksi: Jumat, 03 November 2017 | 00.40.00

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin didampingi Wakapolres Kompol Hendrawan dan Kasat Reskrim AKP M Firdaus, dihadapan sejumlah wartawan, Kamis (2/11) siang menjelaskan, pelaku inisial DA awalnya diserahkan warga/korban kepihak Kepolisian pada Senin (30/10) sekitar jam 20.00 WIB. (Foto: Hermansyah)


LANGKAT| HARIAN9
Dika alias DA (25) warga Dusun III Desa Hinai Kanan Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, hanya tertunduk lesu saat berlangsungnya paparan terkait tindak pidana penipuan yang dilakoninya, di mana ia meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah dari korbannya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat AKBP Dede Rojudin didampingi Wakapolres Kompol Hendrawan dan Kasat Reskrim AKP M Firdaus, dihadapan sejumlah wartawan, Kamis (2/11) siang menjelaskan, pelaku inisial DA awalnya diserahkan warga/korban kepihak Kepolisian pada Senin (30/10) sekitar jam 20.00 WIB.

"Selanjutnya sekira jam 03.00 WIB, dilakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana lalu ditingkatkan kepenyidikan dan didapati bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan DA sebagai tersangka dalam perkara penipuan,"  jelasnya.

Modus operandi pelaku, berdalih sebagai orang yang dapat mengangkat benda gaib berupa emas dan harta karun dari dalam tanah dengan menggunakan minyak Poni Basalwah. Sedangkan motifnya ekonomi yakni mencari keuntungan diri sendiri.

Sementara itu berdasarkan laporan resmi yang diterima pihak kepolisian korban kejahatan pelaku DA, baru satu orang yakni  Sri (54) warga jalan Tanjung PB 435 Pangkalan Berandan Desa Puraka I Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, dimana korban mengalami kerugian sebesar Rp.227.300.000 (Dua ratus dua puluh tujuh juta tiga ratus ribu rupiah).

Pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa satu buah peti yang terbuat dari teriplex berukuran sekitar 1 X 1 M. Tiga helai selendang yang masing masing berwarna merah,kuning dan hijau. Enam helai kain panjang motif batik. Tiga helai kain warna putih. Satu botol besar minyak Poni Basalwah dan satu tasbih terbuat dari kayu.

Pelaku DA dipersangkakan melanggar pasal 378 KUHPidana, dengan ancaman selama 4 tahun penjara.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin juga menghimbau kiranya masyarakat luas lebih mewaspadai berbagai tindak kejahatan, dan jangan mudah tergiur dengan iming iming yang dijanjikan.

Saat disinggung apakah pelaku menjalankan aksinya seorang diri atau berkelompok Kapolres mengatakan.

"Sejauh ini masih dalam penyelidikan pihaknya dan tidak tertutup kemungkinan bakalan ada tersangka lainnya," ujar Kapolres. (hs9)
Editor: Mardan H Siregar 

                                                                                              





Komentar