Ketua TP PKK Tapsel Ajak Semua Pihak Melindungi Anak Dari Aksi Kekerasan

Redaksi: Kamis, 02 November 2017 | 07.47.00

Ketua TP PKK Tapsel Hj. Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu selaku narasumber saat memberikan paparan pada acara sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak yang digelar Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel di aula MAN 2 Model Padangsidimpuan, Rabu (1/11).  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Hj. Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu mengajak semua pihak menjadi ujung tombak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual.

“Mudahan kita dapat berdiskusi bersama di sini sekaligus mensosilaisasi perlindungan anak, bahwa kita disini adalah ujung tombak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual,“ ujar Ketua TP PKK Tapsel Hj. Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu saat menjadi narasumber pada acara sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak yang digelar Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel di aula MAN 2 Model Padangsidimpuan, Rabu (1/11)

Menurutnya, ada 4 macam perlakuan salah terhadap anak yaitu emotional abuse, yaitu orang dewasa/orang tua yang mengacuhkan anak. Ketika anak butuh perhatian, misalnya anak menangis dibiarkan dan diacuhkan, ataupun anak bertanya tidak dijawab. Kemudian verbal abuse yaitu orang tua memperlakukan anaknya dengan kata-kata kasar, memaki-maki.

Physical abuse yaitu orang tua memperlakukan anak dengan kasar dengan kekerasan fisik dan sexual abuse yaitu orang tua memperlakukan dengan kasar, kekerasan fisik dengan melakukan tindakan pelecehan seksual pada anak.

“Saya menekankan agar pola asuh anak dalam keluarga sangat penting bagi orang tua, karena pengaruhnya sangat besar pada kehidupan anak di kemudian hari,“ jelasnya.

Sementara sambutan tertulis Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu yang dibacakan Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kabupaten Tapsel Dra.Tiorisma Damayanti mengharapkan agar kegiatan tersebut menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman bersama yang outputnya pada pembentukan pengorganisasian secara formal maupun non formal di masyarakat khususnya Tapsel.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat harus berpartisipasi aktif dengan mengedepankan budaya Dalihan Natolu dan kearifan lokal Kabupaten Tapsel sebagai modal dasar dan perekat kebersamaan kita dalam pengejawantahan rencana program sosialisasi tersebut.

Menurutnya, gerakan anti kejahatan seksual terhadap anak itu harus mencakup persoalan edukasi dan sosialisasi yang masif dan terus-menerus.

“Kita akan lakukan agresif, masif, dan berkelanjutan  dan kita harus memberikan respons cepat dan transparan,“ katanya.

Dinilainya, perlunya pengawasan yang dilakukan secara seksama di lingkungan keluarga, karena keluarga, sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi anak.

Diharapkannya, agar semua pihak, mulai dari penegak hukum, komisi terkait, organisasi perempuan, komunitas kepakaran, organisasi keguruan, dunia usaha, hingga komunitas pers dapat turut berperan memerangi kejahatan seksual ini.

Adapun Narasumber dari kegiatan tersebut berjumlah tiga orang yaitu Ketua TP PKK Tapsel Hj. Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu, Kabid Pemberdayaan Perempuan dari Dinas PP dan PA Provinsi Sumatera Utara, Emmy Suryana Lubis, SH, MAP dan Fitri Leniwati S. Pd dari Yayasan Burangir Tapsel-Padangsidimpuan.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Sekretaris Dinas PP dan PA Tapsel Hubban Hasibuan dan peserta Sosialisasi tersebut berjumlah 150 orang yang berasal dari perwakilan OPD, Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak di Tapsel. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 
                                                 



Komentar