Kodim 0824 dan BPPKB Layani Pemasangan Kontrasepsi Gratis Di RS Bina Sehat Jember

Redaksi: Minggu, 19 November 2017 | 06.15.00

Kodim 0824 Jember Bersama BPPKB Kabupaten Jember pada hari Sabtu (18/11/2017) mulai pukul 07.00 WIB  melaksanakan Pelayanan Serentak pemasangan kontrasepsi gratis yang dipusatkan di RS Bina Sehat Jember, yang merupakan Program BPPKB Propinsi Jawa Timur. (Foto: Sis24)

JEMBER| HARIAN9
Kodim 0824 Jember Bersama BPPKB Kabupaten Jember pada hari Sabtu (18/11/2017) mulai pukul 07.00 WIB  melaksanakan Pelayanan Serentak pemasangan kontrasepsi gratis yang dipusatkan di RS Bina Sehat Jember, yang merupakan Program BPPKB Propinsi Jawa Timur.

Riyadi Budi Cahyono Kabid Pelayanan KB dan KS didampingi Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0824 Kapten Chb Hadi Windoko, menyatakan bahwa program pelayanan yang dilakukan saat ini merupakan program dari BPPKB Propinsi Jawa Timur  namun dilaksanakan di Jember, terkait pelaksanaannya ini kami dari BPPKB Kab Jember untuk kelancarannya bekerjasama dengan Kodim 0824.

Saat ditanyakan pemasangan jenis kontrasepsi apa saja yang dilakukan hari ini, Riyadi Budi Cahyono menjelaskan bahwa untuk program pemasangan kali ini gratis dan jenis kontrasepsi yang dilayani adalah MOW dan MOP saja.

Menurut Pasiter Kodim 0824 Jember peserta yang terdaftar pada saat ini sebenarnya banyak karena kita menugaskan jajaran Koramil melalui Babinsa untuk mencari masyarakat yang berminat untuk memasang jenis kontrasepsi ini, namun sesuai data hingga saat ini untuk MOW yang terlayani ada 170 orang dan untuk MOP ada 20 orang.

Menyikapi hal tersebut Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto dalam konfirmasinya  menyatakan kerjasama dengan BPPKB ini selalu kita lakukan setiap tahunnya baik saat ada program TMKK maupun program lain seperti ini.

Saat ditanyakan apa kaitannya dengan tugas Pokok Kodim 0824, Letkol Inf Rudianto menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk merupakan hal mendasar yang harus kita antisipasi bersama, disisi strategis tentunya pekembangan penduduk yang tidak terkendali berakibat pada terjadinya kesenjangan sarana dan prasarana yang disediakan oleh pembangunan pemerintah.

Misalnya dengan penduduk yang tidak terkendali pastinya akan menyulitkan perencanaan  pembangunan disuatu daerah berapa akan kita sediakan sekolahannya, berapa kebutuhan pangannya dan lain-lain karena untuk berapa orang jumlah penduduk dimasa yang akan datang belum diketahui.

Dengan adanya hal tersebut pastinya akan terjadi berbagai dampak diantaranya meningkatnya pengangguran, meningkatnya stabilitas keamanan dan lain-lain yang akan melemahkan pertahanan wilayah dan tentunya mengganggu stabilitas keamanan nasional, untuk itu program Keluarga Berencana (KB) ini harus kita sukseskan bersama. (Sis24)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar