KRI Sultan Hassanudin dan KRI Iskandar Muda Kunjungi Filipina Selatan

Redaksi: Sabtu, 04 November 2017 | 20.15.00

KRI Sultan Hasanuddin dan KRI Sultan Iskandar Muda belabuh di General Santos City (Gensan). Kunjungan ini merupakan port visit dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara khususnya antara  Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan Naval Force East Mindanao (NFEM). (Foto: kemlu)



DAVAO CITY| HARIAN9 
Konsul Jenderal RI di Davao City Berlian Napitupulu menjelaskan kepada media massa di Pelabuhan Gensan, Minggu  (29/10).

"Senang sekali bisa menyambut kedatangan dua kapal corvet Indonesia yaitu KRI Sultan Hasanuddin dan KRI Sultan Iskandar Muda belabuh di General Santos City (Gensan). Kunjungan ini merupakan port visit dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara khususnya antara  Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan Naval Force East Mindanao (NFEM)," jelasnya.

KRI Sultan Hassanudin dipimpin Letkol Bina Marpaung membawa lebih 100 pasukan termasuk 20 orang taruna terbaik di bidang masing-masing. Demikian pula, KRI Iskandar Muda yang dikomandani Letkol Andi membawa sekitar 100 pasukan.

"Kedua KRI akan berada di Gensan selama 3 hari sampai 1 November. Selama di Gensan komandan dan pasukan akan melalukan pertemuan dengan mitra masing-masing, kunjungan kepada Walikota Gensan dan keliling kota. Dari pertemuan dan kunjungan tersebut diharapkan kerja sama kedua pihak, khususnya di bidang keamanan laut semakin meningkat di masa mendatang," imbuhnya.

"Saling kunjung antar kapal perang kedua negara diharapkan berlanjut bahkan lebih sering di masa mendatang dalam rangka meningkatkan keamanan laut diantara kedua negara guna meningkatkan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan di bidang ekonomi perdagangan di perbatasan kedua negara," tambahnya.

Sementara, Wakil Walikota Gensan Shirlyn Banas-Nograles, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bersandarnya kedua KRI tersebut menunjukkan eratnya hubungan kedua negara. 

"Kuatnya hubungan kedua negara terlihat dari dekatnya hubungan Presiden Joko Widodo dan Presiden Duterte yang telah bertemu tiga kali dalam rentang waktu kurang  dari satu tahun," tutur Wakil Walikota Sherlyn.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke KRI Sultan Hasanudin oleh Konjen RI Davao, Wakil Walikota, pejabat Angkatan Laut Filipina, Kepolisian, Pejabat otoritas pelabuhan dan media massa cetak setempat. 

Saat di ruang kemudi, Komandan Kapal Bina Marpaung menjelaskan kecanggihan teknologi dan peralatan KRI Sultan Hasanuddin. Konjen dan Wakil Walikota bersama Komandan Kapal bersama crew telah melakukan foto bersama. 

Konjen juga telah memberikan cenderamata berupa miniatur Jeepney kepada kedua komandan KRI di atas geladak KRI Sultan Hasanuddin.

Setelah Walikota dan tamu setempat meninggalkan KRI, Kami melakukan tukar pikiran mengenai banyaknya nelayan WNI yang masuk ke Mindanao tanpa dokumen yang memadai (illegal). 

"Perlu kerja sama semua pihak antara lain pejabat Pemda Sulut dan aparat keamanan (TNI AL, Polisi, Imigrasi) untuk mencegah WNI memasuki Filipina tanpa dokumen resmi terutama Pemerintah Filipina sedang menerapkan darurat militer," pungkasnya. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 
                                                                                    


Komentar