Langgar UU ITE, Warga Jakarta Diamankan Polres Padangsidimpuan

Redaksi: Kamis, 16 November 2017 | 00.09.00

RS, pelaku pengancaman melalui medsos diapit petugas Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan sebelum menjalani pemeriksaan dalam kasus undang-undang ITE, Selasa (14/11/2017). (Foto : Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
RS (24) warga Jalan Kebon Mangga 3, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ditangkap personil Sat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan karena melanggar Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yakni melakukan pengancaman akan menyebarkan fhoto bugil milik pribadi CCL (17) warga Kota Padangsidimpuan melalui media sosial (medsos).

Pelaku dibekuk dari kediaman saudaranya di Jalan Kiara Sari, Kiaracondong, Kota Bandung dan untuk sementara, pelaku dititipkan di Lapas Salambue Klas II B Padangsidimpuan guna proses penyidikan.

“ Pelaku RS kita bekuk dari kediaman saudaranya di Jalan Kiara Sari, Kiaracondong, Kota Bandung dan sementara, pelaku dititipkan di Lapas Salambue Klas II B Padangsidimpuan guna proses penyidikan. Sementara berkas perkaranya sudah tahap II P21, “ ujar Kapolres Padangsidimpuan AKBP Andy Nurwandy S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Zul Efendi, Selasa (14/11/2017).

Kasat mengatakan, kasus tersebut muncul berdasarkan laporan korban CCL ke Polres Padangsidimpuan dengan nomor LP/96/II/2017/SU/PSP tanggal 21 Februari 2017 terkait pengancaman yang dilakukan pelaku yang akan menyebarkan fhoto bugil milik pribadi korban melalui medsos.

Lebih lanjut Kasat menerangkan, kronologis kasus UU ITE ini bermula saat korban CCL menjalin pertemanan dan berkenalan dengan pelaku RS melalui jejaring social face book (fb) pada bulan April 2014 lalu.

Setelah cukup lama menjalin pertemanan melalui fb, pelaku kemudian meminta nomor pin BBM milik korban dan dari BBM itulah, korban dan pelaku selalu berkomunikasi melalui jejaring social BBM hingga mereka pun sering membahas hal-hal yang berbau porno dan bahkan pelaku meminta korban untuk mengirim foto korban dalam pose bugil.

Setelah korban mengirimkan foto bugilnya kepada pelaku melalui akun fb, pelaku juga meminta korban agar mengirimkan video korban yang dalam kondisi bugil. Lagi-lagi, korban pun menyetujui permintaan pelaku dan kembali mengirim apa yang diminta pelaku, hal itu terus berlanjut setiap hari.

Namun pada bulan Juli 2016, korban tidak mau lagi mengirim apa yang diminta pelaku, karena korban mulai sadar kalau korban telah diperdaya, sehingga pelaku mengancam korban melalui medsos dan akan mengirim semua foto dan video bugil korban kepada guru dan teman-teman korban.

Karena merasa terancam atas tindakan pelaku yang akan mempermalukan korban melalui jejaring social, korban memberitahukannya ke orang tua korban dan selanjutnya orang tua dan keluarga korban membuat laporan pengaduan ke Polres Padangsidimpuan. Dari laporan korban tersebut, petugas pun melakukan penyelidikikan dan memburu pelaku hingga ke Jakarta.

“ Untuk mencari, hingga mengetahui lokasi keberadaan pelaku, kita berkoordinasi dengan unit cyber crime Mabes Polri dan akhirnya kita berhasil membekuk pelaku di Kota Bandung dan memboyongnya ke Padangsidimpuan untuk dilakukan pemeriksaan, “ kata Kasat.

Kasat juga menambahkan, selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti 1 unit ponsel merek Samsung milik korban, 1 unit flashdisk merek Toshiba yang berisi percakapan antara korban dan pelaku serta video dan foto bugil korban yang dikirim pelaku dan 1 unit ponsel merk Xioami warna putih milik pelaku.

“ Atas perbuatannya tersebut, pelaku diancam pasal 45 ayat (4) jo 27 ayat (4) jo 45B jo 29 Undang-Undang RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tenang ITE, “ papar Kasat.  (Wan9)

                                                                                 


Komentar