LPDP Salah Satu Upaya Membangun Manusia Indonesia

Redaksi: Minggu, 19 November 2017 | 19.30.00

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutannya dalam acara Gala Dinner Ulang Tahun AMINEF ke-25 dan Fulbright ke-65 di Indonesia di the Energy Building, Jl. Sudirman, Jakarta (15/11). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mempromosikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, pada acara Gala Dinner Ulang Tahun AMINEF ke-25 dan Fulbright ke-65 di Indonesia di Jakarta, Rabu lalu (15/11). 

“Indonesia juga berinovasi dalam mengoptimalkan dana pendidikan melalui LPDP,” katanya.

Ide tersebut awalnya muncul dari diskusi Menkeu dengan beberapa Menkeu dari berbagai Negara Asean.

“Ide ini awalnya muncul sekitar 7 tahun lalu, waktu itu saya menjabat sebagai Menkeu Indonesia (periode sebelumnya). Saat itu saya dalam salah satu pertemuan dengan beberapa Menkeu dari negara-negara ASEAN. Saya bertanya kepada kolega saya dari Malaysia, Singapura, dan Thailand tentang pendidikan pegawai mereka. Menkeu Malaysia bilang saya punya sekitar 50 pegawainya di London School of Economics, 50 atau mungkin sekitar 75, Singapura jangan ditanya lagi mereka mengirim setiap pegawai bersekolah ke universitas-universitas terbaik di dunia, bahkan Thailand juga,” paparnya.

Lebih lanjut, diceritakannya upayanya dalam memperkuat kelembagaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 7 tahun lalu.

“Saya tanya ke tim saya (di Kemenkeu) 7 tahun lalu, berapa pegawai Kemenkeu yang bergelar PhD dari total 70,000 pegawai. Dan mereka menyatakan sekitar 20, 25 pegawai. Berapa yang sudah menjabat, berapa yang masih baru lulus. Saat itu yang baru lulus hanya sekitar 6 atau 7 orang. OK, panggil mereka untuk membantu saya untuk memperkuat kelembagaan Kemenkeu,” kenangnya.

“Saat itu saya menyadari bahwa meskipun Indonesia adalah negara terbesar di Asean, kita tertinggal dalam hal kualitas SDM. Saya berpikir jika pegawai Kementerian Keuangan tidak memiliki human capital yang bermutu bahkan dibanding dengan negara tetangga, kita tidak akan menjadi leader di Asean,” tambahnya.

“Itulah alasan awal kenapa saya berpikir untuk memulai program beasiswa. Saya mulai memberikan beasiswa kepada masyarakat Indonesia (berprestasi) kesempatan untuk bersekolah di univeritas-universitas terbaik di dunia melalui program beasiswa,” tegasnya.

Selanjutnya pemerintah membentuk LPDP dengan investasi awal Rp.1 triliun dan sekarang telah berkembang sekitar Rp.25 triliun dan masih terus berkembang.

“Kita mulai dengan Rp1 triliun untuk LPDP. Hari ini LPDP sudah memiliki hampir Rp.25 triliun. Dan tahun depan bahkan mendekati sekitar Rp.40 triliun dana pengelolaan. Dan kita kirimkan para penerima beasiswa terbaik ke hampir semua universitas terbaik di dunia, kita seleksi bahkan beberapa beasiswa untuk universitas dalam negeri, ini masih berkembang,” sebutnya bangga. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar