LSM PESSAT Gelar Diskusi Mengenang Tokoh Jendral Mayor Amir Husin Al-Mujahid

Redaksi: Jumat, 10 November 2017 | 11.16.00


ACEH TAMIANG| HARIAN9
Sejarah Aceh kontemporer telah mencatat Jendral Mayor Amir Husin Al-Mujahid sebagai tokoh yang terlibat dalam dua peristiwa besar yaitu diawal masa revolusi social dan Darul Islam Aceh. 

Hal itulah yang menjadikan Dasar Lembaga Swadaya Masyarakat Perlindungan Sejarah dan Sumberdaya Aceh Tamiang (LSM-PESSAT) menggelar acara diskusi Tokoh, di Warung Kupi Yah Wi jalan Ir.H.Djuanda Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Rabu (08/11/2017).

Sebagai pembuka acara diskusi, Ketua LSM-PESSAT Juli Ardana menyampaikan, ”kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PESSAT, tidak ada maksud menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah permainan politisir, tapi bagaimana para generasi bangsa dapat memahami arti sebuah sejarah”, ucapnya.

“Saat ini sungguh sangat perlu diberikan pemahaman pada para generasi tentang arti sebuah sejarah, agar mereka tahu bagaimana perjuangan para pendahulunya merebut kemerdekaan dari para Penjajah”, tandas Juli diakhir kata sambutannya.

Usai acara sambutan acara dilanjutkan oleh Moderator Kondang Sugiono alias Iik Sunyi dengan menghadirkan para Narasumber diantaranya DR.Ahmad Fauzi,M.Ag Penulis Buku tentang Jendral Mayor Amir Husin Al-Mujahid, Alkaf Dosen Universitas Langsa (UMSAM), Is Nyak Man Tokoh masyarakat Aceh Timur, Muhammad Man Tokoh Masyarakat Aceh Timur, dan mereka menyampaikan, ”untuk apa kita bicarakan tokoh yang sudah lama meninggalkan kita, dan sepanjang hidupnya kita melihat perubahan sosial politik. Namun nama Jendral Mayor Amir Husin Al-Mujahid tidak pernah dibicarakan dari sisi baiknya saja, tapi pro maupun kontra terus mengalir untuk seorang tokoh besar”, terang mereka.

“Tuduhan sebagai perampas tanah kerajaan pernah disandangnya, beliau juga pernah dituduh terlibat dalam gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI), tapi beliau adalah penganjur Nasionalisme Indonesia, beliau adalah orang yang bertanggung jawab dan jujur.

“Kepedulian beliau terhadap pendidikan sangat tinggi, beliau sempat menyekolahkan anak-anak Aceh sampai ke universtas diluar Aceh.

Para Narasumber menambahkan,” Kenapa Jendral Mayor, bukan Mayor Jendral. Hal tersebut terjadi sebelum kemerdekaan Republik Indonesi (RI), seluruh tokoh masyarakat yang berperan aktif mempertahankan RI diberikan gelar Jendral Mayor dan pada 28 September 1946 Amir Husin Al-Mujahid diberikan gelar Jendral Mayor Kehormatan Tentara Republik Indonesia yang ditanda tangani oleh Muhammad Hatta Wakil Presiden Republik Indonesia”, jelas mereka.

Diujung acara diskusi muncul harapan dari seluruh tamu undangan yang hadir, agar dapat digali lebih dalam tentang keberadaan dan jasa-jasa Amir Husin Al-Mujahid secara lengkap, untuk dapat memperkenalkan lebih jauh tentang tokoh Amir Husin Al-Mujahid kepada masyarakat Aceh Tamiang, dan juga dapat menabalkan salah satu nama jalan di Aceh Tamiang dengan nama Jendral Mayor Amir Husin Al-Mujahid.

Hadir pada acara tersebut Mukhlis,Spd Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang, para Dosen Universitas Samudra Langsa, para Mahasiswa, pegiat LSM, Insan Pers dan para tamu undangan lainnya.(Jas9)

Komentar