Para Wartawan Siap Menutup Adira

Redaksi: Minggu, 19 November 2017 | 18.58.00

Jasmani Ketika ditanyakan seputar penghinaan terhadap Wartawan, yang diduga dilakukan oleh Karyawan Adira terhadap Edy. S Wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Amnur Dani)

ACEH TAMIANG| HARIAN9
Ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Dpc Kabupaten Aceh Tamiang Jasman, mengatakan tugas seorang Wartawan dalam melakukan peliputan berita dilapangan di pastikan akan sangat banyak mendapat cobaan dan kesiapan seorang Jurnalis harus tetap berpegang teguh pada aturan, kode etik, serta perundangan yang berlaku.

Hal itu dikatakannya ketika ditemui di Kantor Skretariatnya di Komplek BTN Kecamatan Karang Baru, Sabtu (18/11/2017).

Ketika ditanyakan seputar penghinaan terhadap Wartawan, yang diduga dilakukan oleh Karyawan Adira terhadap Edy. S Wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Menghina seorang Wartawan, dengan perkataan kalau Pers adalah Pesong (gila-red) dan mencampakkan kartu identitasnya, sungguh telah melukai semua Wartawan yang ada di dunia," tegasnya.

Perilaku Karyawan Adira tersebut telah melanggar undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999, dan wajib dihukum pidana, serta perdata.

"Saya bersama para Wartawan telah dua kali mendatangi kantor perwakilan Adira di jalan Ir.H.Djuanda Kecamatan Karang Baru, namun tidak seorang pun yang mau dikonfirmasi, dengan alasan kami hanya Karyawan biasa," tambah Jasmani menuturkan kembali bahasa para Karyawan Adira. 

Kami telah menitipkan nomor handphone pada petugas keamanan, agar diberikan pada Pimpinan Adira yang nantinya dapat menghubungi para Wartawan, tapi sampai hari ini belum ada pihak Adira yang menghubungi.  

"Dalam waktu beberapa hari ini, kami akan melakukan aksi untuk menutup kantor Adira dan meminta pihak KePolisian untuk dapat segera menetapkan status tersangka pada Karyawan Adira yang telah melakukan penghinaan terhadap Wartawan," jelas Jasmani. (Dani9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar