Pelaku Pencabulan Di Tapsel Dihukum 15 Tahun Penjara

Redaksi: Rabu, 08 November 2017 | 07.56.00



TAPSEL| HARIAN9
Samsul Anwar Harahap ( 35), yang didakwa melakukan pencabulan terhadap puluhan anak di Kabupaten Tapsel dan daerah lainnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Senin (6/11/2017).

Terdakwa yang merupakan warga Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel divonis bersalah dan telah melanggar pasal 82 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“ Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi dan barang bukti yang terungkap selama persidangan, terdakwa telah melakukan asusila terhadap puluhan anak dibawah umur dan terdakwa juga mengakui perbuatannya. Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah meresahkan, masyarakat, sedangkan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui, perbuatannya serta terdakwa berlaku sopan selama persidangan, “ ujar Ketua Majelis Hakim Aries Karta Ginting dalam amar putusannya.

Usai persidangan, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sipirok Jati Insan Pramujayanto melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herry Shanjaya mengatakan, putusan hakim tersebut sesuai dengan tuntutan yang kita ajukan yakni 15 tahun penjara dan Majelis Hakim telah memvonis terdakwa sama dengan tuntutan yang diajukan.

“ Hukuman yang dijatuhkan terhadap terdakwa, sesuai dengan tuntuan yang kita ajukan. Kini kita tinggal menunggu satu minggu apakah terdakwa melalui pengacaranya akan mengajukan   banding atau tidak, “ terang Herry.

Seperti yang pernah diberitakan, kasus asusila berupa pencabuan terhadap puluhan anak di bawah umur beberapa waktu lalu terjadi di Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel.

Samsul Anwar Harahap melakukan pencabulan terhadap 42 orang anak ini sejak dari tahun 2004 silam, berawal saat terdakwa merantau ke Kota Jakarta tepatnya daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di Kota Jakarta tersebutlah terdakwa di sodomi oleh seseorang dan kemudian melampiaskan nafsunya dengan melakukan tindak pencabulan terhadap 5 orang anak.

Kemudian pada tahun 2011, terdakwa merantau ke Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan bekerja sebagai penjual martabak, di kota ini, terdakwa kembali melakukan aksi bejatnya dengan mencabuli 7 orang anak.

Sekembalinya terdakwa ke kampung halamannya pada tahun 2013 di Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, terdakwa yang diketahui oleh warga sering mengajari anak-anak mengaji di kampungnya, ternyata sampai kasus ini terkuak pada Maret 2017 lalu, telah melakukan aksi bejatnya kembali dan menelan korban hingga mencapai 30 orang anak.

Kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Tapsel pada 18 Maret 2017, kemudian berkas perkarnya dilimpahkan ke Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sipirok pada 13 Juli 2017 dan setelah berkas perkara lengkap perkara tersebut dilimpahkan ke PN Padangsidimpuan untuk disidangkan. (Wan9)


Komentar