Pelaku Perdagangan Pasar Gelap Gading Gajah Gol Di Polres Aceh Tamiang

Redaksi: Sabtu, 18 November 2017 | 07.24.00

Dari Tersangka berhasil disita satu buah goni berwarna putih berisikan gading gajah dewasa berumur 40 tahun dengan panjang sekitar 65 sentimeter, satu unit handphone merk Samsung lipat warna hitam, satu unit mobil Avanza warna putih dengan nomor Polisi BK 1506 QM, beserta STNKnya atas nama Abadi Tarigan.


ACEH TAMIANG| HARIAN9
Pelaku perniagaan pasar gelap organ satwa yang dilindungi bersama barang bukti sepasang Gading Gajah asal Kabupaten Aceh Timur , berhasil diamankan Polres Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK.MH dalam konprensi Pers yang digelar dihalaman Mapolres mengatakan, team opsnal mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor Polisi BK 1506 QM mengangkut gading gajah. Mobil itu berhasil dijaring saat razia Zebra. Bahkan kesalahan lainnya pelanggaran lalulintas menggunakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)palsu, Kamis (16/11/2017).

“Tersangka berinisial SI (46 tahun) warga Dusun Kr.Tuan Kampung Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Peurelak Kabupaten Aceh Timur. Dari Tersangka berhasil disita satu buah goni berwarna putih berisikan gading gajah dewasa berumur 40 tahun dengan panjang sekitar 65 sentimeter, satu unit handphone merk Samsung lipat warna hitam, satu unit mobil Avanza warna putih dengan nomor Polisi BK 1506 QM, beserta STNKnya atas nama Abadi Tarigan.

Diterangkan, gading gajah itu didapat dari seorang teman berinisial H, SI hanya mendapat keuntungan jika gading tersebut terjual lebih tinggi dari yang telah disepakati.

Ditambahkan, tersangka SI diduga melakukan tindak pidana memperniagakan, menyimpan atau memiliki gading yang merupakan bagian lain dari satwa gajah yang dilindungi, yaitu melanggar pasal 21 ayat 2 huruf (d) Jo pasal 40 ayat 2 undang-undang RI nomor : 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistimnya Jo lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor : 07 tahun 1999 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, mamalia (hewan mamalia) nomor : 21 Elephas Indicius (gajah-red), dengan ancaman hukuman pidana penjara lima tahun, denda paling banyak Rp. 100.000.000”, tandas Kapolres ( Jas9)



Komentar