Pelatihan Penulisan Dan Pengelolaan Website Oleh Diskominfo Paluta Dinilai Salah Sasaran

Redaksi: Minggu, 05 November 2017 | 16.22.00

Dinas Kominfo Paluta saat menggelar pelatihan penulisan dan pengelolaan website di aula serbaguna kantor Bupati Paluta, Senin (31/10) lalu. (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Pelatihan penulisan dan pengelolaan website yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang berlangsung selama dua hari (30-31 Oktober) lalu di aula Kantor Bupati Paluta mendapat sorotan dari kalangan pemerhati perkembangan Kabupaten Paluta.

Pasalnya kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabuaten Paluta Paluta tersebut dinilai telah salah dan tidak tepat sasaran dan pelaksanaan kegiatan tersebut sepertinya dipaksakan dan tidak memiliki output yang bermanfaat.

“Melihat dari peserta yang mengikuti kegiatan itu terkesan hanya pemborosan anggaran dan mungkin akal-akalan saja untuk mengambil keuntungan pribadi para pelaksanan kegiatan itu,“ ujar Akhir S Rambe, salah seorang pemerhati perkembangan Kabupaten Paluta, Jumat (3/11).

Dipertanyakannya juga, kegunaan dan tujuan dari kegiatan yang digelar oleh Diskominfo Kabupaten Paluta. Sebab kegiatan yang diketahui isinya adalah bimbingan tentang tehnik penulisan berita, feature, artikel serta teknik wawancara dan pengelolaan website.

Dirinya juga merasa heran melihat kegiatan yang pesertanya berasal dari unsur perwakilan OPD Kabupaten Paluta yang seharusnya lebih memikirkan tentang tata cara pelayanan masyarakat dan peningkatan kinerja dalam hal pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Paluta. 

Ini justru diberikan bimbingan tata cara penulisan berita dan pengelolaan website serta ilmu jurnalistik lainnya.

“Kegiatannya bagus, tapi pesertanya itu yang saya anggap salah. Masa unsur OPD yang diberi pelatihan menulis berita dan ilmu jurnalistik. Output dan sasaran yang bermanfaat dari kegiatan itu apa. Mereka seharusnya diberi pelatihan peningkatan kinerja terkait pelayanan masyarakat dan pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Paluta, bukan malah dikasih pelajaran buat berita, ada-ada saja itu, sekalian saja mereka dijadikan jurnalis,“ tukasnya.

Atas dasar hal tersebut ia menilai jika kegiatan yang dilaksanakan tersebut hanya menghamburkan anggaran tanpa adanya sasaran yang bermanfaat bagi penunjang kinerja peserta maupun peningkatan pembangunan di daerah Kabupaten Paluta.

Senada juga dikatakan Wakil Ketua Aliansi Penyelamat Indonesia (API) Kabupaten Paluta Ginda Nugraha Parlaungan Harahap yang menilai pelatihan tersebut tidak pada tempatnya melihat peserta yang mengikutinya tidak tepat sasaran.

“ Seharusnya sejak perencanaan dan pengusulan kegiatan itu terlebih dahulu dibahas dan di telaah dengan baik. Sesuai atau tidak dan apa manfaat kegiatan itu terutama bagi pesertanya dan eserta pelatihan tersebut juga harus disesuaikan dengan manfaat dan tujuan kegiatan,“ katanya.

Kepala Dinas Kominfo Paluta Anwar Sadat Siregar, SE, MSi melalui Kabid Layanan E-Govermen dan LPSE Ali Muda Siregar, SH mengatakan pelatihan tersebut  mengundang  NGO, Yayasan Kolektif Medan dan Staf pengajar Fakultas Dakwah dan komunikasi pada UIN Sumut Rholand Muary, S.Sos., M,Si dan Tim sebagai Nara sumber dan pemateri dalam pelatihan.

“Materi pelatihan antara lain pengenalan jurnalistik, jenis jenis tulisan pada berita feature opini dan artikel, strata dan alur jurnalis serta latihan mebuat contoh-contoh berita sesuai perumusan pembuatan berita sesuai yang di paparkan oleh para nara sumber,“ ujarnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar