Pemisahan Bayi Kembar Siam Berhasil Dilakukan

Redaksi: Rabu, 01 November 2017 | 22.39.00



MEDAN| HARIAN9
Keberhasilan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam Fahira-Sahira di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik salah satu bukti bahwa Provinsi Sumut (khususnya Medan) memiliki dokter-dokter subspesialistik yang profesional, handal, dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

"Para dokter yang ada di Medan khususnya di RS Adam Malik tidak kalah profesional dibanding dengan dokter-dokter internasional dan nasional seperti di Jawa khususnya di Jakarta dan Surabaya," jelas Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes kepada wartawan via seluler di Medan, Selasa (31/10).

Akan tetapi, kata Bambang, untuk mengaktualisasikan kemampuan tim dokter, sangat diperlukan beberapa peralatan medis yang memadai. 

"Peran untuk itu tugas manajemen rumah sakit memfasilitasi seperti obat, fasilitas di PICU dan seluruh kebutuhan Fahira-Sahira, tanggungjawab kita. Intinya, saya sangat percaya dengan tim. Mereka (tim dokter) minta alat atau obat dibutuhkan, segera saya adakan," katanya.

Sementara, Sekretaris Tim Medis menangani bayi kembar siam, dr Rizky Adriansyah SpA (K) mengapresiasi dukungan dan motivasi pihak manajemen dan direksi RSUP H Adam Malik. 

Semangat fokus bekerja secara teamwork terbangun untuk bersama-sama memberikan pelayanan medis yang optimal dan paripurna buat Fahira-Sahira.

"Kita tidak ingin sekedar berbangga atas keberhasilan operasi pemisahan kembar siam ini. Tantangan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas buat masyarakat Indonesia khususnya Sumut menjadi suatu keharusan, karena merupakan amanah dari Allah Taala," jelasnya.

Tentunya pihak tim medis mengharapkan kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat agar para dokter bekerja sesuai standar mutu, sehingga tetap mampu bersaing secara kompetitif, baik nasional maupun internasional.

Sebagai dokter yang berpartisipasi dalam proses pemisahan kembar siam, dr Rizky mengucapkan terima kasih kepada orangtua Fahira-Sahira yang dengan sangat ikhlas memberikan kepercayaan kepada tim medis untuk melakukan pembedahan risiko tinggi ini.

"Segala manfaat dan risiko operasi kita jelaskan berulang-ulang, tapi ayah dan ibu Sahira-Fahira tetap konsisten menyerahkan sepenuhnya masalah kesehatan buah hatinya kepada tim medis. Inilah yang membuat tim medis menjadi optimis untuk berusaha maksimal memberikan pengobatan terbaik buat Sahira-Fahira. Segala keragu-raguan seakan sirna dengan hadirnya semangat kebersamaan tim untuk memisahkan keduanya," tuturnya.

Diceritakannya, awalnya tim medis yang hanya merencanakan operasi pemisahan kembar siam dan tertantang untuk melakukan operasi penutupan jantung bocor yang dialami Sahira. 

"Berkat pertolongan Allah, walaupun Sahira masih memerlukan pemantauan ketat, namun keduanya berhasil melewati fase kritis," ujarnya.

Rizky menyebutkan dokter-dokter subspesialistik yang terlibat dalam operasi pemisahan kembar siam ini terdiri dari ahli bedah anak, ahli bedah saluran cerna, ahli bedah jantung, ahli bedah plastik, ahli anestesi jantung, ahli anestesi anak, ahli jantung anak, ahli paru anak, ahli neonatologi, ahli ICU anak, ahli nutrisi anak, ahli infeksi anak, ahli alergi anak.

Selanjutnya, ahli tumbuh kembang anak, ahli hematologi anak, ahli saluran cerna dan hati anak, ahli radiologi, ahli mikrobiologi, ahli patologi, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terlibat perawat-perawat dengan ketrampilan subspesialistik dan tenaga paramedis yang profesional.

"Kepada para sahabat dari media cetak dan elektronik, kami juga mengucapkan terima kasih, ikut serta dalam menginformasikan keberhasilan RSUP H Adam Malik ini kepada masyarakat. Tanpa dukungan pers, apa yang telah kami lakukan ini sulit tersosialisasi dengan baik," pungkas dr Rizky mengakhiri. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar