Pendekatan Multipihak Untuk Tanggulangi Violent Extremism tingkat Global

Redaksi: Sabtu, 18 November 2017 | 21.50.00

Pertemuan Pleno Kedelapan Global Counterterrorism Forum Countering Violent Extremism Working Group (GCTF CVE WG) di Valletta, Malta (17/11). (Foto: kemlu)


MALTA| HARIAN9 
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri, Febrian A. Ruddyard, memberikan sambutan dalam Pertemuan Pleno Kedelapan Global Counterterrorism Forum Countering Violent Extremism Working Group (GCTF CVE WG) di Valletta, Malta (17/11).

"Violent Extremism telah menjadi salah satu ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, terutama ketika violent extremism berubah bentuk menjadi terorisme," ujarnya.

Ditekankannya, bahwa GCTF CVE WG diharapkan dapat menyatukan stakeholder terkait selain pemerintah, yaitu antara lain tokoh agama dan masyarakat, psikolog, akademisi, serta masyarakat sipil dalam upaya CVE, dan juga mempromosikan peran perempuan dalam upaya CVE dalam keluarga dan masyarakat sekitar. 

Lebih lanjut, disoroti mengenai pentingnya melibatkan pihak swasta sebagai bagian dari whole society approach terkait CVE.

Pertemuan dihadiri pula oleh Paul Foley, Duta Besar Australia untuk Penanggulangan Terorisme, serta perwakilan dari Pemerintah Maroko yang juga mewakili Pemerintah Belanda sebagai Co-Chairs GCTF. 

Pertemuan ini merupakan Pleno perdana CVE WG di bawah kepemimpinan Indonesia dan Australia. Sebelumnya, kedua negara menjadi Co-Chairs untuk Detention and Reintegration Working Group.

Dubes Australia dalam sambutannya menggarisbawahi karakter WG yang action-oriented dan terfokus pada implementasi praktis serta rencana kerja sama dengan WG GCTF lainnya.

Dalam pertemuan, para pembicara dan peserta membahas mengenai pentingnya upaya penanggulangan violent extremism oleh seluruh lapisan masyarakat serta mengesahkan Work Plan CVE WG periode 2017-2019. 

Pertemuan dihadiri oleh kalangan pemerintah, praktisi dan pakar dari 27 negara, dan 11 organisasi internasional serta civil society organization.

Dibentuk pada tahun 2011, Global Counter-Terrorism Forum merupakan forum kerja sama multilateral terkait penanggulangan terorisme, yang antara lain mencakup aspek Countering Violent Extremism, penegakan hukum, serta Foreign Terrorist Fighters. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar