Peran dan Tantangan Pemimpi Perempuan

Redaksi: Minggu, 26 November 2017 | 14.53.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjadi narasumber dalam acara Advokasi Pengarusutamaan Gender Kementerian Keuangandi Aula Mezzanine, Jakarta (23/11). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dengan para pemimpin perempuan di lingkungan Kemenkeu berdialog untuk bersama-sama mendukung perempuan agar dapat meniti berkarir secara equal dengan laki-laki, dalam acara Advokasi Pengarusutamaan Gender Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Isu Pengarusutamaan Gender bukanlah hal yang mudah diimplementasikan di segala bidang, namun negara berusaha untuk menyeimbangkan kedua jenis kelamin di dalam profesi maupun kebijakan. 

“Kemarin waktu kita memperingati Hari Keuangan (Hari Oeang), kita memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor yang sudah sadar terhadap gender. Salah satunya, Bea Cukai Jawa Timur karena yang bersangkutan membuat suasana kantornya dari awal sudah mendesain bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda. Kepala kantor itu tahu bahwa perempuan tuh beda sama laki. Bukannya diistimewakan, (tapi) beda saja. Perempuan istimewa, namun bukan berarti ingin diistimewakan,” ungkapnya di aula mezzanine, gedung Djuanda pada Kamis (23/11).

Di acara yang bertema 'Wanita pemimpin dan masa depan bangsa. Peran dan tantangan', beberapa peserta menyatakan tantangan-tantangan yang dihadapi untuk dapat maju dalam berkarir. 

Tantangan tersebut antara lain beberapa bidang yang membutuhkan fisik yang kuat seperti Bea Cukai dan juga kesulitan untuk berpindah-pindah lokasi kerja. Menanggapi hal tersebut, Sri berpesan bahwa perempuan harus kuat.

“Karena kita ini institusi yang mengelola seluruh Republik Indonesia dan kantor kita di seluruh wilayah (mutasi pindah wilayah) memang tidak bisa dihindari. Indonesia salah satu perekatnya adalah Kementerian Keuangan,” ujarnya kepada para pejabat perempuan yang hadir.

Di akhir acara, dipesankannya, agar para pemimpin perempuan terus menggali dan meneliti supaya mampu semaksimal mungkin mengurangi halangan bagi perempuan untuk dapat bersaing secara sehat dalam meniti karir dan mengurangi drop-off dalam bekerja akibat peran ganda yang diembannya secara alami. 

Dalam hal ini, penyediaan fasilitas seperti tempat penitipan anak serta ruang menyusui sangat penting untuk menunjang peran ganda mereka.

“Anda jangan berhenti belajar. Dunia itu exciting, dunia banyak ilmu. Saya dengan inisiatif, jadikan Kementerian Keuangan berpikir yang progresif,” pesannya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar