Pertemuan APEC 2017 Janjikan Pertumbuhan Ekonomi yang Dinamis dan Inklusif

Redaksi: Jumat, 10 November 2017 | 09.42.00



DA NANG| HARIAN9
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, sekaligus mewakili Menteri Perdagangan, Iman Pambagyo menegaskan bahwa para Menteri Ekonomi APEC berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan inklusif. 

Komitmen ini disepakati pada Pertemuan Tingkat Menteri APEC atau APEC Ministerial Meeting (AMM) ke-29 dengan mengusung tema "Creating New Dynamism, Fostering a Shared Future" yang berlangsung kemarin (8/11) di Da Nang, Vietnam ".

Hadir sebagai pimpinan sidang yaitu Wakil Perdana Menteri Vietnam, Pham Binh Minh dan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh.

"Dalam AMM, para Menteri Ekonomi APEC berdiskusi mengenai kondisi terkini perekonomian global dan komitmen APEC untuk terus menjadi pelopor pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan dan investasi yang dinamis di kawasan Asia Pasifik," ungkap Iman.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan prioritas ketuanrumahan Vietnam, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, inklusif dan inovatif, integrasi ekonomi regional, penguatan UMKM, serta peningkatan ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.

Selain itu, lanjutnya, isu lain yang akan dibahas pada AMM, seperti dukungan APEC terhadap sistem perdagangan multilateral/WTO, perkembangan menjelang pencapaian Bogor Goals 2020, rencana realisasi Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP), perdagangan jasa, investasi, tren ekonomi digital, rantai nilai global, dan konektivitas rantai pasok di Asia Pasifik.

Disampaikannya, menuju tahun 2020, ekonomi APEC secara individual dituntut untuk terus melakukan dan menyelesaikan aksi konkret yang membuka jalan bagi perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas di kawasan Asia Pasifik. Ini merupakan salah satu tujuan Bogor Goals.

“Bogor Goals 2020 sudah di depan mata. Di awal tahun 2018, APEC akan meninjau sejauh mana upaya ekonomi APEC, baik individual maupun kolektif, menuju perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas. Indonesia sebagai salah satu ekonomi berkembang di APEC masih terus bekerja keras untuk secara konsisten menjalankan komitmen pencapaian Bogor Goals. Harapannya, kita bisa meraih peluang dan keuntungan dari keterbukaan tersebut,” ujarnya.

Selain Bogor Goals, isu FTAAP juga penting sebagai tindak lanjut pasca 2020. Persiapan kemungkinan realisasi FTAAP saat ini merupakan salah satu bentuk konsistensi APEC mendorong integrasi ekonomi di kawasan.

Isu lain yang juga patut diperhatikan yaitu perkembangan tren ekonomi digital, khususnya perdagangan berbasis elektronik/e-commerce. 

Isu futuristik sebagaimana perdagangan digital dan ecommerce perlu diantisipasi tidak hanya sebagai tantangan, namun juga peluang yang potensial bagi Indonesia, termasuk pemanfaatan perkembangan teknologi tersebut oleh UMKM.

“Selama ini kita selalu mengedepankan peningkatan kapasitas dan fasilitasi UMKM agar mampu menerobos pasar, baik regional maupun global. Dengan berkembangnya e-commerce, maka kesempatan memasarkan produk bagi semua lapisan masyarakat, termasuk UMKM semakin terbuka lebar. Konsekuensinya adalah bagaimana Ekonomi APEC dapat saling berbagi praktik-praktik terbaik penguatan infrastruktur digital sebagai acuan bagi seluruh ekonomi untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang adil dan menyejahterakan semua," tandasnya.

Sementara itu, terkait isu konektivitas, rantai nilai global, dan rantai pasokan di Asia Pasifik, Indonesia meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai, kapasitas logistik, dan fasilitasi perdagangan yang kuat akan semakin memudahkan aktivitas perdagangan dan mendorong keterlibatan seluruh ekonomi APEC dalam rantai nilai/produksi secara luas.

Bertemunya para Menteri di Da Nang ini menandai berakhirnya pertemuan tingkat Menteri APEC tahun 2017 di bawah ketuanrumahan Vietnam. Sebelumnya, telah dilaksanakan beberapa pertemuan khusus Menteri sektoral, termasuk Pertemuan Menteri Perdagangan APEC di bulan Mei 2017. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar