Polsek Besitang Gagalkan 15 Kg Ganja Tujuan Bengkulu

Redaksi: Selasa, 07 November 2017 | 06.56.00

Tersangka JH alias Jamal (17) warga Desa Cut Cabe Kecamatan Geregok, Kabupaten Beruen, diamankan petugas yang menggelar razia di Jalan Lintas Medan- Banda Aceh persisnya depan Mapolsek Besitang. (Foto: Hermansyah)

LANGKAT| HARIAN9 
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Besitang menggagalkan pasokan narkoba tujuan Bengkulu, berikut menyita barang bukti 15 bal atau sekitar 15 kilogram ganja dari salah seorang penumpang mini bus L300 BL-1319 AN, Sabtu (4/11).

Tersangka JH alias Jamal (17) warga Desa Cut Cabe Kecamatan Geregok, Kabupaten Beruen, diamankan petugas yang menggelar razia di Jalan Lintas Medan- Banda Aceh persisnya depan Mapolsek Besitang.

Informasi diperoleh, sebelumnya petugas mendapat laporan dari masyarakat, bahwa akan melintas mobil yang diduga kuat membawa ganja. Kemudian ditindaklanjuti Kapolsek Besitang AKP Azhari dengan menggelar razia di depan Mapolsek.  

Selanjutnya personel melakukan razia di lokasi tersebut. Saat kendaraan itu melintas, petugas langsung menghentikannya dan meminta kepada sopir agar memeriksa seluruh penumpang serta barang bawaan yang ada di dalam.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang, petugas menemukan pria mencurigakan duduk di bangku nomor di dalam kendaraan tersebut. Saat diperiksa dan menggeledahnya petugas menemukan barang bukti di atas yang disimpannya.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kapolsek Besitang AKP Azhari, ketika dikonfirmasi Harian9, Senin (6/11) membenarkan penangkapan tersebut. 

"Kemaren pagi,  di depan Mapolsek Besitang, saya bersama anggota melakukan razia.  Selanjutnya sekira 30 menit kemudian melintaslah mobil dimaksud dan langsung dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang serta barang bawaan mereka," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kita menemukan ganja dari tas ransel dan dari kotak mie instan. Kemudian setelah ditanya kepada supir maupun penumpang, ternyata diakui milik JH. 

Kepada petugas saat diintrogasi, tersangka mengaku barang tersebut mau dibawanya ke Bengkulu, nanti upah yang diterimanya sebesar Rp.7, 5 juta jika berhasil mengantarkan sabu tersebut ketempat dimaksud. 

"Ketika kita interogasi, tersangka mengakui baru menerima Rp.1,2 juta sebagai panjar dan untuk biaya dalam perjalanan. Sedang sisanya akan dibayar jika barang itu sampai Bengkulu. (hs9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar