Promosikan IORA dan Kerja Sama Indonesia-Timur Tengah di Unisma

Redaksi: Sabtu, 04 November 2017 | 19.51.00

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko, pada saat acara mempromosikan IORA dan kemitraan Indonesia-Timur Tengah melalui kegiatan seminar bertajuk “IORA dan Masa Depan Hubungan Indonesia-Timur Tengah: Meretas Kemitraan Strategis Trans-Hindia", Rabu (1/11). (Foto: kemlu)


MALANG| HARIAN9
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko, pada saat acara mempromosikan Indian Ocean RIM Association (IORA) dan kemitraan Indonesia-Timur Tengah melalui kegiatan seminar bertajuk “IORA dan Masa Depan Hubungan Indonesia-Timur Tengah: Meretas Kemitraan Strategis Trans-Hindia", Rabu (1/11).

“Timur Tengah merupakan mitra penting Indonesia. Saat ini kita akan fokus pada diplomasi ekonomi dengan menjadikan negara-negara di kawasan sebagai tujuan pasar non-tradisional. Kita dorong meningkatnya hubungan dan kerja sama antar KADIN dan pelaku usaha Indonesia dan Timur Tengah. Kita giatkan kerja sama investasi untuk mendukung pembangunan nasional. Kita juga bergerak untuk meningkatkan people to people contact antar mitra. Kita semua, pemerintah, swasta, termasuk para civitas akedemika perlu memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya kerja sama Indonesia dengan Timur Tengah, sehingga kita semua dapat mengambil peran, bekerja sama, dan saling bersinergi," jelasnya. 

​Acara tersebut diadakan atas kerjasama Direktorat Timur Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dengan Universitas Islam Malang (UNISMA). 

Acara dihadiri lebih dari 150 orang peserta dan undangan, terdiri dari para civitas akedemika dan sejumlah undangan, antara lain Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, KADIN, Ikatan Keluarga Saudara Muslim dan ICMI Kota Malang. 

Kegiatan seminar diisi dengan paparan dan diskusi, menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Direktur Timur Tengah - Sunarko, Anggota Dewan Pembina Yayasan Univ. Islam Malang - Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, dan perwakilan Kadin Malang yang juga Guru Besar Fak. Ekonomi - Prof. Dr. Hj. Nurhajati, S.E., M.S, dengan dipandu Moderator, Abdul Adzim, Lc.M.Pd.

Dalam paparannya, Sunarko menguraikan bahwa selain dalam kerangka bilateral, kerja sama dengan Timur Tengah juga dilakukan melalui kerangka kerja sama intra kawasan, salah satunya melalui Indian Ocean RIM Association (IORA). 

Prioritas kerja sama IORA meliputi bidang kemaritiman dan perikanan, perdagangan dan investasi, manajemen resiko bencana, termasuk kerja sama akademis, ilmu pengetahuan, dan teknologi, pertukaran budaya dan pariwisata, dan pemberdayaan wanita. Saat ini, IORA beranggotakan 21 negara dan 7 mitra dialog. 

Pada 2015-2017, sebagai Ketua IORA, Indonesia dinilai berhasil meletakkan landasan strategis dan arah baru bagi penguatan kerja sama IORA dengan fokus kerja sama yang lebih jelas dan terarah. 

Penyelenggaraan KTT IORA di Jakarta pada 7 Maret 2017, merupakan KTT pertama sejak 22 tahun berdirinya IORA. 

Peran aktif Indonesia di IORA perlu ditingkatkan, antara lain untuk memastikan realisasi IORA Plan of Action 2017-2022, pada masa Keketuaan Persatuan Emirat Arab (PEA) 2019-2022. Kerangka IORA perlu dimanfaatkan untuk penguatan hubungan dengan Timur Tengah.

Sementara Rektor UNISMA, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyampaikan dalam sambutannya bahwa UNISMA mendapat kehormatan dapat bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dalam mempromosikan program-program pemerintah, baik di lingkungan UNISMA secara khusus, maupun di kota Malang pada umumnya. 

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Luar Negeri. Kegiatan ini tentu akan memberikan pencerahan kepada semua pihak dan memberikan stimulus dalam memberikan saran, masukan, dan kontribusi nyata bagi pelaksanaan kerja sama luar negeri, utamanya dengan negara-negara Timur Tengah," ungkap Prof. Maskuri. 

Rektor UNISMA juga menegaskan, sebagai salah satu institusi pendidikan di Malang, UNISMA berkomitmen untuk bergerak bersama meningkatkan kerja sama luar negeri Indonesia. Selama ini UNISMA sudah bekerja sama dengan beberapa institusi luar negeri. 

“Semoga ini menjadi jalan bagi terbukanya peluang kerja sama UNISMA dengan institusi-institusi yang ada di negara-negara Timur Tengah, khususnya kerja sama untuk menyiapkan SDM yang mumpuni, competitive, memiliki kapasitas menjaring koneksi seluas-luasnya guna mendukung misi-misi kerja sama ekonomi luar negeri untuk kesejahteraan bangsa," tambahnya.

UNISMA adalah salah satu universitas terkemuka di Malang, yang saat ini memiliki mahasiswa sekitar 11.403 mahasiswa, dan terdiri dari 10 fakultas, 9 prodi s2, 400 dosen, dan 300 karyawan. Selain program-program studi pendidikan dan keislaman, UNISMA juga memiliki program studi umum unggulan, antara lain ekonomi, hukum, dan kedokteran. Selain universitas, Yayasan UNISMA juga mendirikan rumah sakit di Malang. 

Salah seorang peserta seminar menyampaikan ketertarikannya untuk mengetahui lebih banyak mengenai IORA dan mekanisme kerja sama Indonesia dan Timur Tengah, serta langkah nyata yang dapat dilakukan, terutama oleh mereka yang saat ini tidak berada di dalam pemerintah. 

“Seminar ini memberikan perspektif baru bagi saya tentang Timur Tengah, yaitu Timur Tengah sebagai mitra perdagangan, investasi dan pendidikan Indonesia. Saya berharap ada kegiatan lanjutan pasca seminar ini. Saya dan teman-teman mahasiswa lainnya ingin berpartisipasi dalam program dan kerja sama luar negeri yang dilaksanakan Pemerintah," katanya. 

​Kegiatan seminar berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa UNISMA, termasuk tamu undangan dari pemerintah setempat, KADIN dan kalangan pengusaha dan KUKM. (kemlu/03)
Editor: Mardan H Siregar 
                                                                                    



Komentar