Realisasi Investasi RI-Korea Selatan

Redaksi: Minggu, 12 November 2017 | 11.14.00



JAKARTA| HARIAN9
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (10/11) menyampaikan pihaknya terus mendorong realisasi investasi dari para pelaku industri Korea Selatan yang berkomitmen ingin menanamkan modalnya di Indonesia. 

Misalnya, Lotte Chemical Titan yang akan berinvestasi sebesar USD.3,5 miliar di Cilegon, Banten untuk memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak dua juta ton per tahun.

Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lain. Rencananya, proyek ini akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 9.000 orang. 

Kementerian Perindustrian tengah memfokuskan industri petrokimia sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pembangunannya didalam negeri karena berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.

Kemarin, Menperin telah melakukan pertemuan dengan Chairman Lotte Group Dong Bin Shin beserta jajarannya. 

“Kami sepakat proyek ini dipercepat. Awalnya, konstruksi ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2018. Ada beberapa hal teknis yang perlu didukung, seperti pembangunan pelabuhan, infrastruktur, dan pemberian fasilitas tax holiday,” tuturnya.

Dikemukakannya, investasi manufaktur lain dari Korea Selatan yang menunjukkan kemajuan cukup baik, yakni Pohang Iron Steel Company (Posco) yang bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk untuk mengembangkan lini baru produk baja melalui anak usahanya, PT Krakatau Posco.

“Krakatau Posco akan bekerja sama dengan Nippon Steel untuk membangun pabrik penghasil cold rolling mill, karena end user-nya banyak dari Jepang seperti sektor otomotif. Target tahun 2019 sudah dimulai,” katanya.

Perusahaan ini pun tengah mempercepat pembangunan proyek klaster 10 juta ton baja di Cilegon yang diperkirakan tercapai pada tahun 2025.

Di sektor otomotif, Kemenperin telah mendorong Hyundai Motor Corporation (HMC) agar meningkatkan investasinya di Indonesia. “Kami merekomendasikan jika pihak HMC ingin berinvestasi di Indonesia, dapat mencari strategi yang berbeda dengan para pesaingnya, sebagai contoh adalah mengisi pasar sedan,” ungkap Airlangga. Apalagi, Kemenperin tengah memacu produksi sedan bagi pasar ekspor seiring upaya terhadap penurunan PPnBM untuk sedan.

“Selanjutnya, Indonesia dan Korea memiliki kerja sama yang sangat progresif di bidang industri kedirgantaraan,” imbuhnya. 

Pada Januari 2016, kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian senilai USD1,3 miliar untuk pengembangan jet tempur baru. Pesawat ini akan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2020.

Adapun dalam submarine project, kerja sama yang disepakati adalah pembangunan tiga kapal selam diesel elektrik. Kapal selam pertama dan kedua sedang dalam tahap konstruksi di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Okpo, Korea Selatan. 
Sementara pembuatan kapal selam ketiga akan dilakukan di PT. PAL Indonesia dengan proses transfer of technology (ToT). Saat ini PT. PAL sedang membangun sarana pembangunan kapal selam.

Kedua negara juga berkomitmen untuk mendukung aktivitas dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Pasalnya, sektor ini berpotensi menggerakkan perekonomian nasional. Misalnya, kerja sama di industri kreatif, salah satunya melalui Korean Creative Content Agency di Jakarta.

Berdasarkan data yang diperoleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perkembangan realisasi investasi Korea Selatan pada sektor industri dari tahun 2014 sampai 2016 terus mengalami peningkatan. 

Pada 2014, Korea Selatan telah melakukan realisasi investasi sebanyak 490 proyek dengan total investasi sebesar USD.640,4 juta.

Pada 2015, sebanyak 1.225 proyek dengan total investasi sebesar USD.597 juta, dan tahun 2016 sebanyak 1.127 proyek dengan total investasi sebesar USD.647,5 juta. Sedangkan, untuk tahun 2017 (per triwulan III) sebanyak 918 proyek dengan total investasi sebesar USD.833,8 juta. (kemenperin/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar