Sambut 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang, Mendag Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Kedua Negara Melalui Misi Dagang

Redaksi: Rabu, 29 November 2017 | 22.47.00



TOKYO| HARIAN9 
Mengawali rangkaian Misi Dagang ke Jepang, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bertemu dengan sejumlah tokoh dan para pelaku usaha hari ini, Selasa (28/11), di Tokyo, Jepang. 

Pertemuan dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan menjelang 60 tahun hubungan kedua negara. Pada rangkaian pertemuan tersebut, Enggar didampingi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda.

“Menandai hubungan Indonesia-Jepang ke 60 tahun pada 2018, kedua negara terus mengoptimalkan kerja sama di sektor perdagangan. Momentum ini juga diharapkan dapat ditandai dengan penyelesaian General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) tahun depan,” ungkap Enggar
.
Pada pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus Presiden Japan–Indonesia Association (JAPINDA) Yasuo Fukuda, diharapkannya hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia-Jepang akan terus menguat, seiring dengan lamanya hubungan diplomatik kedua negara yangtelah terjalin.

“Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Jepang sepakat terus bekerja sama dalam hal transfer teknologi. Selain itu, kedua negara juga sepakat bekerja sama dalam bidang pertanian dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pelaku UMKM memiliki kompetensi untuk mengekspor produk-produknya ke mancanegara,” jelasnya. 

Selanjutnya, Enggar bertemu dengan President & CEO of Mitsubishi Corporation Takehiko Kakiuchi. Enggar mendorong Mitsubishi meningkatkan investasinya di Indonesia.

"Ekonomi yang terus tumbuh dan politik Indonesia yang stabil merupakan jaminan bagi Mitsubishi untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Mitsubishi juga dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk-produk Mitsubishi, tidak hanya sektor automotif, tetapi juga suku cadang dan agrikultur, yang kemudian diekspor dari Indonesia ke negara-negara lain," ujarnya.

Diharapkannya juga agar UNIQLO, yang merupakan anak usaha Mitsubishi, dapat terus melebarkan sayapnya di Indonesia. 

"UNIQLO dapat menggandeng UKM Indonesia sehinga produk-produk UKM Indonesia dapat berdaya saing dan diekspor ke mancanegara," katanya. 

Bagi Mitsubishi, Indonesia sudah dianggap sebagai ibu pertiwi karena eratnya kerja sama yang terjalin. Indonesia merupakan negara ke-2 tujuan investasi Mitsubishi setelah Australia. Mitsubishi menginginkan agar bisnisnya dapat tumbuh dan berkembang bersama Indonesia.

Sementara itu, pada pertemuan dengan Federasi Bisnis Jepang 'Keidanren', Enggar menekankan bahwa Indonesia dan Jepang bukan saling berkompetisi, tetapi saling melengkapi. Indonesia juga meminta dukungan atas pelaksanaan General Review IJ-EPA yang akan dibahas besok, Rabu, (29/11). 

“Penyelesaian General Review IJ-EPA tahun depan akan menjadi kado 60 tahun hubungan kedua negara,” ujarnya.

Disampaikannya juga, bahwa Keidanren mengutarakan dukungannya terhadap poin-poin usulan Indonesia kepada Jepang untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, khususnya sektor kehutanan, perikanan, pertanian, industri, serta produk-produk lainnya, dan bekerja sama dalam hal transfer teknologi di bidang pertanian.

Enggar pun mengajak Keidanren mendorong para anggotanya untuk memperluas investasinya di Indonesia, khususnya pada sektor infrastruktur, pangan, industri berat, energi, perikanan dan kelautan, kelapa sawit dan turunannya, serta sektor-sektor strategis lainnya, termasuk pembangunan smelter.

Pada pertemuan ini, Keidanren menyampaikan bahwa pelaku usaha Jepang sangat antusias dengan Indonesia, bukan hanya karena pasarnya yang besar, tetapi juga karena ekonomi Indonesia yang menjanjikan, politik yang relatif stabil, serta iklim usaha yang kondusif.

Sementara itu, pada pertemuan dengan Sekjen Partai Demokratis Liberal Toshihiro Nikai, Enggar menyampaikan harapannya agar kerja sama kedua negara dapat terus ditingkatkan. 

“Diharapkan Jepang dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, terutama pembangunan infrastruktur. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, infrastruktur menjadi prioritas,” katanya.

Hubungan kerja sama dalam hal pembangunan infrastruktur telah dilakukan Jepang sejak puluhan tahun lalu, terutama dalam penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 lalu saat Indonesia menjadi tuan rumah. 

Tahun depan Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games yang juga akan akan menandai hubungan kerja sama Indonesia-Jepang yang ke-60.

Dialog dengan Diaspora

Menutup rangkaian misi dagang di hari pertama ini, Enggar bertemu dengan Diaspora Indonesia di Jepang. Disampaikannya, apresiasinya kepada Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif yang telah menyelenggarakan pertemuan ini.

Dalam kesempatan ini Enggar melakukan dialog dengan para pelaku usaha, diaspora serta anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Indonesia di Jepang. 

Di hadapan peserta yang hadir, disampaikannya kondisi terkini perekonomian Indonesia dan menekankan bahwa Pemerintah terus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kepada para mahasiswa dan pelajar yang sedang menimba ilmu di Jepang, diharapkannya mereka dapat segera menyelesaikan studinya dan kembali ke tanah air untuk membangun Indonesia. 

Sedangkan para pelaku usaha memberikan masukan agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang dan potensi makanan halal di Jepang. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar