Seminar Nasional Kepemimpinan Islam di Aula Kampus IAIN Lhokseumawe

Redaksi: Minggu, 12 November 2017 | 10.11.00



LHOKSEUMAWE| HARIAN9
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe menggelar Seminar Nasional Kepemimpinan Islam. Tidak kurang dari 400 mahasiswa bersama pimpinan organisas mahasiswa Aceh dan ormas kepemudaan memadati aula kampus IAIN Lhokseumawe, Aceh.

Tampil sebagai narasumber, Kepala Kesbanglinmas Pemprov Aceh Sudirman, Dewan Perwakilan Daerah RI dari Aceh Ismail, Dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh yang juga Ketua Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan se-Indonesia Syamsul Rijal dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Lhokseumawe Bastiar.

Rektor IAIN Lhokseumawe Hafifuddin mengapresiasi inisiatif DEMA  menggelar seminar nasional tentang kepemimpinan Islam. Menurutnya, seminar ini  penting untuk berkontribusi pada kepemimpinan nasional. Apalagi, kampus IAIN Lhokseumawe dibangun agar seluruh civitas akademika mempunyai kepedulian  pada pembangunan bangsa. 

“Kepemimpinan Islam dalam konteks yang luas adalah bagian mewujudkan peradaban bangsa. IAIN Lhokseumawe adalah kampus peradaban. Karenanya, saya berharap agar setiap mahasiswa menjadi agen peradaban,” tegas Rektor, Sabtu (11/11).

IAIN Lhoukseumawe kini memiliki lahan seluas 33 hektar. Sebanyak 27 hektar di antaranya adalah sumbangan dari Pemerintah Daerah Aceh. Tahun ini, IAIN Lhoukseumawe sedang membangun gedung perkuliahan dari anggaran SBSN.

“Kita memiliki jurusan terbaru yaitu Falak atau Astronomi Islam, yang hanya ada di 4 PTKIN, yaitu: UIN Walisongo, UIN Sunan Ampel, UIN Alauddin Makasar dan  IAIN Lhokseumawe,” jelas Hafifuddin.

Guru Besar UIN Ar Raniry Banda Aceh Syamsul Rijal menegaskan pentingnya generasi muda termasuk mahasiswa untuk mendalami ilmu pengetahuan untuk menugasai kehidupan termasuk bekal menjadi pemimpin. 

“Banyak rahasia Allah yang perlu diungkap dan itu perangkatnya dengan ilmu. Karenanya pemimpin berilmu amat penting agar membuka tabir-tabir kehidupan,” tegas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Ar Raniry ini.

Sementara itu, Kasi Kemahasiswaan Ruchman Basori mengatakan Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terus berupaya mengembangkan kebijakan dan program-program kepemimpinan mahasiswa, serta pengembangan karakter dan jati diri bangsa. 

Di antara langkah yang dilakukan adalah merevitalisasi regulasi organisasi kemahasiswaan, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, kemitraan dengan kementerian dan lembaga untuk pembangunan karakter, serta kepemimpinan dan jati diri bangsa.

Kemenag juga telah memberikan bantuan kepada lembaga kemahasiswaan untuk mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa di bidang kepemimpinan dan pembentukan karakter. 

“Tahun anggaran 2017 ini, kita memberikan bantuan lembaga kemahasiswaan kepada 80 lembaga dengan total anggaran 4 milyar,” tandasnya. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar