Sepanjang Operasi Zebra Toba 2017, Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Tilang 1040 Pelanggar

Redaksi: Kamis, 16 November 2017 | 00.01.00



Kasat Lantas Polres Padangsidimpuan AKP M. Haris Sihite.  (Foto : Riswandy)

PADANGSIDIMPUAN,HARIAN9
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Padangsidimpuan telah rampung menggelar Operasi Zebra Toba 2017 di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan sejak tanggal 1 hingga 14 November 2017. Hasilnya, polisi menilang 1040 dan menegur 40 pelanggar peraturan Lalu Lintas.

“ Hasil pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2017 selama 14 hari di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan, jumlah tilang 1040 set, sedangkan, jumlah teguran 40 set. Total pelanggar sebanyak 1080 kasus, “ ujar Kapolres Padangsidimpuan AKBP Andy Nurwandi, S.Ik melalui Kepala Satuab (Kasat) Lantas Polres Padangsidimpuan AKP. M Haris Sihite, di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Dikatakan, selain memberikan sangsi tilang kepada para planggar lalu lintas, Sat Lantas Polres Polres Padangsidimpuan juga menyita barag bukti berupa Surat Ijin Mengemudi (SIM) 331 lembar, Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK) 388 lembar dan kenderaan bermotor (ranmor) 321 unit.

Sementara jenis kenderaan yang melakukan pelanggaran selama Operasi Zebra 2017 sebanyak 1080 unit kenderaan terdiri dari, sepeda motor 952 unit, mobil penumpang (mopen) 70 unit, bus 25 unit dan mobil barang (mobar) 33 unit dan kejadian Laka Lantas tercatat 1 kasus.

Menurut Kasat, pelanggaran yang terjadi selama Operasi Zebra Toba 2017 yang digelar di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan mengalami peningkatan jumlah tilang sebesar 104 persen dibanding Operasi Zebra Toba tahun 2016 lalu sebanyak 510 pelanggaran.

 Jumlah pelanggar yang terjaring dalam Operasi Zebra ini, selain surat-surat tidak lengkap, banyak juga dijumpai pelangaran terhadap rambu-rambu lalu-lintas dan tidak menggunakan helm. Bahkan dari ribuan pelanggar, kendaraan jenis motor yang paling banyak melakukan pelanggaran, karena memang populasi kendaraan motor paling banyak juga,” katanya.

Diakui, kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas masih sangat rendah. Namun pihaknya akan terus mengoptimalkan penegakaan hukum bagi para pengendara kendaraan yang melanggar aturan, dengan harapan pengguna jalan meningkatkan kesadarannya dalam berlalu lintas.

Terkait dengan barang bukti kenderaan yang tidak memiliki surat-sutat kenderaan, untuk sementara diamankan di Mapolres Padangsidimpuan sampai pemilik kenderaan dapat menunjukkan bukti surat kepemilikan kenderaan.

“ Kenderaan "bodong" karena tidak memilki surat-surat baik STNK maupun BPKB kita amankan di Mapolres Padangsidimpuan untuk dilakukan penyelidikan atas kepemilikan kenderaan, “ jelas Kasat.  (Wan9)

                                                                            

Komentar