Tahun 2020 Penderita Gagal Ginjal Diprediksi Empat Kali Lipat

Redaksi: Jumat, 10 November 2017 | 08.51.00

dr Alwi Thamrin Nasution, SpPD - KGH Dalam materi kegiatan media gathering


MEDAN| HARIAN9
Dalam materi kegiatan media gathering digelar  diskusi media dengan konsultan dan ahli komunikasi dari Jakarta Silih Agung Waseda, seminar kesehatan tentang pencegahan penyakit ginjal dengan narasumber dari Pernefri dr. Alwi Thamrin Nasution, SpPD - KGH.

Dikatakan, dr Alwi mengingatkan, untuk mewaspadai penurunan jumlah air urine karena  itu merupakan gejala penyakitnya gagal ginjal akut. "Ada dua jenis gagal ginjal, akut dan kronis. Gagal ginjal akut gejalanya jika kencing berkurang atau air seni sedikit, karena itu perlu pemeriksaan urin untuk deteksi dini, sehingga bisa dicegah cuci darah seumur hidup," jelasnya,kamis (09/11/2017)

Alwi memprediksi, peningkatan penderita gagal ginjal di tahun 2020 bisa empat kali lipat. Saat ini saja prevalensinya, dari 1 juta  penduduk, 400 orang diantaranya gagal ginjal. "Dari 400 orang itu yang membutuhkan terapi cuci darah atau Hemodialisa ada 100 orang, sehingga cuci darah merupakan salahsatu penyakit dengan biaya yang sangat banyak," katanya.

Disebutkannya, ginjal berfungsi untuk membuang semua sisa makanan yang tidak dibutuhkan tubuh guna melindungi tubuh dari racun makanan atau ureum sisa makanan dan menjaga keseimbangan air dan zat garam dalam tubuh. "Semua yang kita makan tersisa di dalam tubuh karena tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga ginjal membuangnya melalui urin," ujarnya.

Ada beberapa faktor risiko penyakit ginjal yakni hipertensi, diabetes mellitus, riwayat keluarga, infeksi saluran kencing berulang, pemakaian obat-obatan tertentu.  "Jika dikenali secara dini 70 persen gagal ginjal bisa dicegah, jika hipertensi kendalikan gula darah, jika hipertensi kendalikan tekanan darah, banyak minum dan lainnya," pungkasnya.(jae9)


Komentar