Tambang Emas Martabe Kerjasama Jual Beli Tenaga Listik dengan PLN (Persero)

Redaksi: Sabtu, 04 November 2017 | 00.24.00

 
Deputi Presiden Direktur PT AR Linda Siahaan, Direktur PT AR Washington Tambunan bersama GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto foto bersama usai penandatanganan amandemen SPJBTL pelanggan layanan premium platinum di Medan, Jumat (3/11).  (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
PT. Agincourt Resources (PT AR), pengelola Tambang Emas Martabe dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero lakukan kerjasama jual beli tenaga listrik, melalui proses penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listik (SPJBTL) antara PT AR diwakili Deputy President Director PT AR, Linda Siahaan dan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) diwakili General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto di Medan, Jumat (3/11).

Pasokan daya listrik dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumut dengan total kapasitas 30,1 MVA, diperuntukkan bagi kegiatan operasional PT. AR. Sementara penyalaan sambungan pasokan listrik bagi PT AR sebagai pelanggan tegangan tinggi layanan premium platinum dilakukan pada Kamis, 2 November 2017.
.
Deputy President Director PT AR, Linda Siahaan menyatakan, dengan tersambungnya daya pasokan listrik dari PLN akan memastikan penghematan biaya pemakaian energi di Tambang Emas Martabe sekitar USD.4-5 juta per tahun.

“Ini akan menjadi salah satu program efisiensi dan optimalisasi kegiatan produksi yang cukup signifikan bagi Tambang Emas Martabe melalui Martabe Improvement Program,” jelas Linda Siahaan.

Diungkapkannya, proses penyambungan pasokan listrik dari PLN untuk operasional Tambang Emas Martabe telah dilakukan sejak 2009 dengan menandatangani kontrak SPJBTL antara PT AR dengan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut.

Saat itu, katanya penyambungan pasokan listrik dari PLN ditargetkan dimulai pada 2010. Namun akibat resesi dan defisitnya kondisi kelistrikan di regional Sumut hal ini belum terealisasi. untuk memenuhi kebutuhan energinya sejak awal beroperasi pada 2012, Tambang Emas Martabe harus menggunakan pihak ketiga yakni kontraktor penyuplai listrik melalui mesin genset.

Bahkan katanya, hingga mulai produksi emas perdana pada 2012 PT. PLN pun belum bisa melakukan penyambungan pasokan listrik bagi Tambang Emas Martabe akibat kondisi kelistrikan yang masih defisit

“Meski demikian, Tambang Emas Martabe tetap membangun proyek fasilitas infrastruktur jaringan listrik 150 KV serta fasilitas penerima dan penyulang daya listrik (gardu induk) yang berhasil diselesaikan pada tahun 2012.

Namun, setelah kondisi kelistrikan di Sumut yang saat ini sudah jauh lebih baik, bahkan PLN memiliki cadangan daya sekitar 20 persen dari daya setelah beroperasinya pembangkit-pembangkit baru yang sudah masuk dalam sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) serta revitalisasi pembangkit-pembangkit yang sudah ada, PT AR memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali meminta komitmen PLN, di mana Tambang Emas Martabe sebagai pelanggan tegangan tinggi yang diprioritaskan.

“Karena kami sudah menyelesaikan biaya administrasi penyambungan (BP) sejak 2009 sampai 2010 dan kini, Tambang Emas Martabe termasuk tipe pelanggan istimewa dengan tarif premium platinum,“ katanya.

Sementara Senior Manager Corporate Communications PT AR Katarina Siburian Hardono mengemukakan, dengan menjadi pelanggan platinum premium, Tambang Emas Martabe akan mendapatkan layanan khusus dari PLN yaitu tingkat kehandalan tinggi dan tidak akan mengalami gangguan dalam proses produksi. 

Selain itu, pembangkit listrik sendiri yang dimiliki oleh Tambang Emas Martabe akan bisa sinkron dengan PLN.

“Tentunya dengan menjadi pelanggan premium platinum kami mendapat jaminan 99,9 persen tidak ada pemadaman dan kalau pun harus terjadi pemadaman terencana kami akan menjadi pelanggan terakhir untuk dilakukan pengurangan daya, serta diprioritaskan menjadi pelanggan pertama yang akan dihidupkan aliran listriknya,” papar Katarina.

Selain itu, penggunaan daya listrik Tambang Emas Martabe juga memberikan potensi pemasukan pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Pajak Penerangan Jalan yakni 10 persen dari total nilai pemakaian, atau per bulan, rata-rata total nilai penggunaan listrik Tambang Emas Martabe mencapai Rp.10 miliar. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 
                                                                                                






Komentar