Tema APBN 2018 Pacu Investasi

Redaksi: Kamis, 09 November 2017 | 20.15.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati, pada acara Analyst Meeting yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dengan tema APBN 2018 Untuk Perbaikan Kesejahteraan di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Selasa (07/11).  (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa untuk mewujudkan tema tersebut pemerintah tengah mengoptimalkan penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja negara dan menjaga risiko pada pembiayaan.

Tema APBN 2018 memacu investasi, dalam hal ini infrastruktur dan investasi dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan pemerataan ekonomi. 

Hal tersebut dikatakannya pada acara Analyst Meeting yang diselenggarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dengan tema APBN 2018 Untuk Perbaikan Kesejahteraan di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Selasa (07/11). 

“Belanja pemerintah pusat akan naik terutama untuk menunjang dan menyelesaikan proyek infrastruktur, pengurangan kemiskinan dan pengangguran daerah. Dana Desa juga akan difokuskan kepada meningkatkan kualitas pelayanan publik. Presiden meminta untuk transfer ke daerah bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa pemerintah akan terus menjaga dan mendorong pertumbuhan baik dari sisi permintaan, apakah itu konsumsi atau daya beli. 

Selain itu, ia juga mengatakan pentingnya menjaga iklim investasi dengan menjaga open investment confidence dan juga penetrasi ke ekonomi global atau pasar global terutama yang non-traditional market.

“Kemudian dari sisi produksi pemerintah akan memperhatikan kebijakan untuk meningkatkan berbagai macam sektor produksi tadi dikombinasikan dengan infrastruktur yang makin connect maka realisasi dari investasi kita bisa melihat across production side dan pendekatan productivity,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya tren ekonomi digital, pemerintah terus melakukan pemantauan, dialog dan juga tukar pikiran dengan berbagai pemangku kebijakan. 

“Hal-hal yang mungkin perlu kita lihat dan pemerintah harus hati-hati melihat fenomena ini karena sebagian sudah terdaftar dan kita sebagian sudah berusaha memahami modal bisnis yang berubah dan efeknya terhadap implikasinya terhadap perpajakan. Di seluruh dunia ini sudah menjadi pembahasan secara intens dari seluruh Menteri Keuangan untuk fokus pada masalah digital dan e-commerce,” pungkasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar