UMK Paluta Tahun 2018 Diusulkan Sebesar Rp2.361.120

Redaksi: Jumat, 10 November 2017 | 07.30.00



TAPSEL|HARIAN9
Berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Paluta tahun 2018 diusulkan sebesar Rp2.361.120,- per bulan, atau mengalami kenaikan sebesar Rp.189.176.- dibanding tahun 2017 sebesar Rp2.171.944,- per bulan

Rapat Dewan Perekonomian Daerah (Depeda) Kabupaten Paluta terkait usulan nilai UMK tersebut berlangsung Rabu (8/11), diikuti perwakilan Disnakerkop dan UKM Paluta, BPS Paluta, Bappeda Paluta, Bagian Hukum, Ekbang dan Sosial Setdakab Paluta, Disperindag Paluta, serikat pekerja dan serikat buruh, anggota DPRD Paluta, Kadin dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala Dinas Nakerkop dan UKM Paluta Siti Awan SH selaku ketua Depeda Kabupaten Paluta mengatakan, dari hasil rapat Depeda Paluta ini nantinya akan menjadi bahan rekomendasi Bupati Paluta untuk mengusulkan UMK Paluta tahun 2018 kepada Gubernur Sumut.

“ Sesuai hasil rapat koordinasi tersebut menetapkan UMK Paluta tahun 2018 sebesar Rp2.361.120,- dan seluruh peserta rapat juga sudah menyetujui besaran UMK tersebut dan di usulkan ke Propsu untuk segera direkomendasikan, “ ujar Siti Awan

Sementara itu Kabid Tenaga Kerja Marahadil Nasution S. Sos mengatakan dasar dari kegiatan ini adalah UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menakertrans RI nomor 13 tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

Disebutkannya, besaran UMK hasil rapat tersebut sudah dilaporkan dan disetujui oleh Bupati Paluta sesuai dengan surat Bupati Paluta nomor 561/4305/NakerKopUKM/2017 perihal rekomendasi penetapan UMK Paluta tahun 2018 pertanggal 8 November yang akan menjadi bahan rekomendasi untuk dilaporkan ke pihak Pempropsu sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan besaran UMK di Paluta tahun 2018 mendatang.

“ Besaran UMK Paluta sudah disetujui seluruh anggota rapat dan sudah dilaporkan kepada Bupati Paluta sebesar Rp 2.361.120,- dan bapak Bupati sudah mengeluarkan surat rekomendasi atas angka tersebut yang akan kita sampaikan  kepada Gubsu dan akan ditetapkan secara resmi setelah disetujui oleh Pemprovsu, ” jelasnya.

Ia menambahkan,  besaran UMK tersebut disesuaikan dengan data hasil survey beserta gabungan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi, kondisi pasar kerja dan perusahaan di daerah Paluta, kondisi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sebelumnya dilakukan oleh pihaknya di beberapa pasar yang ada di daerah Kabupaten Paluta.

“ Dengan jumlah UMK tersebut diharapkan pekerja / buruh dapat hidup layak dan sejahtera demi memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya secara wajar dan lebih meningkatkan proses produktivitas untuk kelangsungan dunia usaha khususnya di Kabupaten Paluta, “ terangnya. (Wan9).



Komentar