Anak Mantan Walikota Lhokseumawe Diringkus Polisi

Redaksi: Minggu, 24 Desember 2017 | 11.07.00

Anak mantan Wali Kota Lhokseumawe, juga seorang oknum PNS di Pemko Lhokseumawe berinisial diringkus polisi, atas kasus pemekosaan terhadap mahasiswi yang terjadi Kamis (21/12). (Foto: Nurmansyah)

LHOKSEUMAWE| HARIAN9 
Sat Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, meringkus anak mantan Wali Kota Lhokseumawe, juga seorang oknum PNS di Pemko Lhokseumawe berinisial MI (38) alias Mimi, asal Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, atas kasus pemekosaan terhadap mahasiswi RA (24), warga Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, terjadi Kamis (21/12). 

Pelaku juga dijerat atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman di dampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan pelaku ditangkap di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, atas kasus perkosaan dan kepemilikan senjata ilegal. 

“Berdasarkan laporan dari seorang mahasiswi RA, asal Aceh Timur yang mengaku telah disekap selama satu hari dan diperkosa oleh pelaku selama tiga kali dalam sehari itu," jelasnya.

Kejadian terjadi pada Kamis ( 7/12), sekitar pukul 19.00 WIB. Korban dijegat oleh pelaku ketika sedang jalan dengan seorang teman laki-laki, di kawasan waduk Kota Lhokseumawe. 

Pelaku langsung menodong korban menggunakan senjata api jenis pistol Merk Baretta Cal. 320 ACP, sembari mengaku kalau dirinya merupakan anggota polisi yang sedang melaksanakan operasi narkoba.

“Pelaku mengaku sebagi polisi, menyuruh korban untuk ikut bersamanya guna diperiksa dan selanjutnya korban dibawa oleh pelaku kesebuah ruko milik pelaku di kawasan Cunda,” katanya.

“Setelah korban disekap selama satu hari di sebuah ruko milik pelaku di kawasan Cunda, besok harinya korban dilepas dan disuruh antar dengan seorang temannya ZU alias Dun, dengan menumpangi sebuah becak di kawasan Cunda,” imbuhnya.

Korban selanjutnya melaporkan ke polisi atas kasus perkosaan tersebut, selanjutnya pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku.

“Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami perih pada alat kelaminnya, trauma berat,” ungkapnya.

“Pelaku sendiri akan dijerat dengan pidana Jarimah (Pemerkosaan) dan kepemilikan senjata api sebagaimana dimaksud dalam Qanun Aceh No. 6/2014 tentang Hukum Jinayat dan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan kurungan minimal 20 tahun penjara,” tegasnya. (man9)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar