Antisipasi Ancaman Narkoba: BNNK Tapsel Beri Keterampilan Kepada Mantan Pecandu dan Pengedar Narkoba

Redaksi: Minggu, 10 Desember 2017 | 19.37.00

Kepala BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar didampingi Kepala Tata Usaha Ali Basa Siregar memberikan paparan sebelum menutup kegiatan pelatihan life skill bagi mantan penyalahguna narkoba di aula Kantor BNNK Tapsel Jalan Raja Inal Siregar Padangsidimpuan, Kamis (7/12). (Foto: Riswandy)


TAPSEL| HARIAN9
Badan narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanui Selatan (Tapsel) melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) melaksanakan kegiatan pelatihan life skill bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan peyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tapsel.

Kegiatan pelatihan life skill berupa keterampilan men sablon berlangsung selama dua hari di aula Kantor BNNK Tapsel Jalan Raja Inal Siregar Padangsidimpuan, ditutup oleh Kepala BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar didampingi Kepala Tata Usaha Ali Basa Siregar dan Kasi P2M Sarlena Harahap SKM, Kamis (7/12).

Sementara peserta pelatihan Life skill diikuti 10 orang mantan penyalahguna atau pengedar narkoba dan masyarakat dari 5 Kecamatan yang rawan terhadap peyalahgunaan narkoba masing masing Kecamatan Sipirok, Angkola Timur, Angkola Barat, Batang Angkola dan Kecamatan Angkola Sangkunur.

Saat menutup kegiatan, Kepala BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan skill atau keterampilan bagi masyarakat kawasan rawan untuk dapat beralih dari menggunakan atau menjual narkoba ke usaha lain sebagai kegiatan yang positif sebagai bentuk upaya pencegahan dan bentuk pemberian kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mantan pecandu dan mantan pengedar Narkoba.

“Kegiatan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di kawasan rawan narkoba dan meningkatan taraf hidup masyarakat, sehingga tidak terlibat ke dalam jaringan peredaran narkoba,“ ujar AKBP Siti Aminah.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kawasan rawan narkoba, yang mana 5 Kecamatan tersebut merupakan zona rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu juga katanya, peran masyarakat sangat menentukan bangsa Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba dan salah satu pola pencegahannya adalah melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya bagi pengguna, pengedar maupun kurir narkoba.

“Tujuan kami untuk menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Ilmu diperoleh dapat diharapkan berguna bagi peserta yang mengikuti,” katanya.

Sebagai langkah ke depan lanjut Siti Aminah, pihaknya juga akan menggandeng Dinas Teaga Kerja Tapsel melalui program pemberdayaan alternative sekaligus mendukung visi misi Bupati Tapsel yakni Tapsel yang Secat, Cerdas dan Sejahtera.

“Artinya, kabupaten Tapsel yang  sehat tanpa narkoba, cerdas dalam menolak narkoba dan sejahtera dalam menghindari narkoba dan peserta pelatihan siap mnjadi agen perubahan,“ paparnya.

Sementara Kasi P2M Sarlena Harahap SKM selaku pamitia pelaksana melaporkan, pelatihan life skill terhadap masyarakat seperti ini pertamakali digelar BNNK Tapsel yang kegiatannya berlangsung selama 2 hari yang diikuti 10 orang peserta dan dilatih instruktur yang ahli di bidangnya

“Kami berharap, setelah pelatihan, peserta dapat mandiri dengan ilmu yang telah didapat, salah satunya dengan mendirikan usaha sendiri dan kami akan lakukan monitoring setelah mereka selesai mengikuti pelatihan,” sebutnya.

Terpisah, dua mantan pengalahgunaan narkoba yang ikut pelatihan masing-masing Rido Siregar (35) asal Kcamatan Sipirok dan Imran Hasibuan (43) asal Desa Pal XI Kecamatan Angkola Timur mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BNNK Tapsel ini.

“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi kami, sehingga dengan keterampilan yang kami miliki sekarang ini kami ingin hidup mandiri, melupakan masa lalu dan menatap masa depan, jera saya sadar, narkoba membuat saya gila, sakit dan mati,“ ujar mereka. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

                                                                    









Komentar