BBPOM Medan Temukan Obat Herbal Illegal Dan Mie Berformalin

Redaksi: Selasa, 05 Desember 2017 | 19.28.00


MEDAN| HARIAN9
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Medan menemukan 919 kemasan obat herbal illegal alias  tidak memiliki izin, di antaranya 856 kemasan berisi kapsul obat berbagai penyakit, dan 63 botol obat tetes mata. Obat herbal itu disita dari seorang tabib berinisial MT di Kota Binjai, Kamis (30/11/2017) malam lalu.

"Hal itu, berawal dari aduan warga, yang mengeluhkan saat mengkonsumsi obat tersebut malah sakitnya bertambah parah.  Selanjutnya kita telusuri ke ke lokasinya di Binjai, ternyata terdapat sejumlah obat illegal," jelas Kepala BBPOM Kota Medan Sakramento Tarigan saat gelar barang bukti, di halaman BBPOM Kota Medan, Senin (4/12/2017).

Dituturkannya, harga setiap botol obat-obatan tersebut berkisar enam ratus ribu rupiah, dengan total nilai keseluruhan berjumlah Rp 519.900.000. Obat-obatan tersebut didapatkan habib TM dari daerah tangerang.

"Ini sedang kita kembangkan, dari mana awalnya obat-obatan ini beredar," pungkasnya.

Habis TM sendiri, saat ini masih sebagai terperiksa. Jika nanti terbukti bersalah, akan dikenakan pasal 197 Jo 106 ayat (1) UU kesehatan No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

"Jika terbukti bersalah, hukumannya 15 tahun penjara, atau denda maksimal 1,5 miliar rupiah," katanya.

Disebutkan, ditempat terpisah pihak BBPOM Kota Medan juga menemukan mie kuning basah mengandung formalin. Mie tersebut didapat dari produksi rumahan, yang juga berasal dari sekitar Kota Binjai. 

"Barang buktinya adalah bahan jadi mie, seberat 100Kg, cairan formalin 500ml, dan mesin produksi. Temuan ini sebenarnya sudah sisa produksi, barang yang belum diedarkan ke pasar," ujar Sakramento.

Selanjutnya Pihak BBPOM saat ini sedang mendalami kasus ini, mulai dari peredaran hingga kandungan bahan apa yang ada di dalam obat berlabel herbal ini.

Dihimbaunya, kepada masyarakat jangan langsung cepat percaya saat mendapatkan obat-obatan yang belum jelas izinnya. Sebaiknya, konsultasi terlebih dahulu ke ahli medis sebelum mengonsumsi obat. (Jae9)


Komentar