Dana Desa, Untuk Pemerataan Ekonomi Sekaligus Peluang Investasi

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 00.08.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) dengan tema “Consumer Shifting dan Cara Menghadapinya” di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (28/11). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan adanya kebijakan dana desa layak dipertimbangkan oleh pengusaha ritel sebagai peluang usaha untuk membuka bisnisnya di pedesaan. 

Hal ini disampaikan oleh Menkeu pada Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) dengan tema “Consumer Shifting dan Cara Menghadapinya” di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (28/11).

“Saat ini Presiden Jokowi fokus untuk menjaga yang disebut daya beli dan apa yang disebut employment atau pekerjaan kepada masyarakat Indonesia. Kita membelanjakan Rp.60 triliun untuk desa-desa di Indonesia. Di Indonesia itu ada tujuh puluh lima ribu desa. Dan desa-desa ini sekarang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat langsung dalam bentuk cash. Jadi di desa itu volume uang yang beredar bisa dari 800 sampai 3,5 miliar tergantung situasi desanya,” jelasnya.

Disarankannya, agar para pengusaha ritel dapat melihat kebijakan Pemerintah tersebut sebagai peluang bisnis untuk berinvestasi di desa. 

“Nah ini adalah fenomena retail yang harusnya dibaca. Karena ini adalah sesuatu yang akan sustain. Terus-menerus akan mendapatkan pada level grass-root masyarakat. Dan Presiden meminta supaya ini dipakai untuk menciptakan apa yang disebut cash for work atau pekerjaan yang padat karya sehingga masyarakat menikmati dari uang yang ditransfer langsung ke desa maupun masyarakat untuk bisa mengurangi pengangguran, meningkatkan daya beli dan mengurangi penduduk miskin,“ sarannya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 









Komentar