Disdik Paluta Didesak Tarik Buku IPS Dari Peredaran

Redaksi: Rabu, 20 Desember 2017 | 01.56.00

Buku pelajaran IPS kelas 6 SD yang mencantumkan ibukota Israel adalah Yerussalem, yang kini beredar dikalangan siswa dan meresahkan orang tua siswa di Paluta, Selasa (19/12). (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Adanya penemuan buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang mencantumkan Yerussalem Ibukota Israel, Dinas Pendidikan Kabupaten Paluta didesak untuk segera menarik buku pelajaran tersebut dari peredaran.

“Kita mendesak Dinas Pendidikan Paluta supaya segera menarik buku IPS itu dari peredarannya. Pasalnya, didalam buku tersebut dicantumkan bahwa Yerussalem adalah Ibukota Israel. Padahal kita ketahui Ibukota Israel adalah Tel Aviv,“ ujar Ketua LSM Gempar Sumut, Aman Sudirman Harahap, Selasa (19/12).

Menurutnya, dicantumkannya nama-nama Negara termasuk Israel yang Ibukota nya Yerussalem merupakan pembodohan bagi siswa SD khususnya di Paluta. 

Untuk itu seluruh buku yang telah beredar di kalangan siswa SD harus ditarik dan segera memberikan sanksi tegas kepada penerbit buku tersebut.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Asmar Siregar yang menilai, guru bidang study yang mengajarkan bahwa Yerussalem adalah Ibukota Israel termasuk guru yang bodoh. Sebab sudah jelas pelajarannya salah tetap masih di ajarkan kepada anak didiknya.

“Sudah jelas salah tapi tetap masih diajarkan kepada peserta didik. Apakah si oknum guru yang mengajrkan pelajaran IPS juga tidak memahami hal itu. Untuk itu, kepada Dinas Pendidikan Paluta supaya segera menarik buku pelajaran IPS itu dari peredarannya dan menggantinya dengan buku IPS lain dengan penerbit yang berbeda,“ tegasnya.

Terpisah, Kadis Pendidikan Paluta Drs Umar Pohan Msi dikonfirmasi melalui Sekretaris Eva Sartika Siregar mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dan segera turun ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kebenaran adanya pencantuman Yerusalem Ibukota nya Israel di mata pelajaran IPS.

“Dinas Pendidikan dipastikan akan turun ke sekolah-sekolah untuk memeriksa buku itu, sekaligus akan memanggil seluruh Kepala Sekolah untuk menyikapi permasalahan yang sempat meresahkkan orangtua siswa tersebut," pungkasnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar