SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


DJP Upayakan Kebijakan Perpajakan Tidak Meresahkan Dunia Usaha

Redaksi: Kamis, 21 Desember 2017 | 13.01.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Dialog Perpajakan bersama Menteri Keuangan di Auditorium Cakti Budhi Bakti Kantor Pusat DJP (18/12). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan terus bekerja secara cermat dalam membuat peraturan serta menjalankan kebijakan perpajakan sehingga tidak menimbulkan keresahan khususnya bagi kalangan dunia usaha dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. 

"Namun, kami juga mengharapkan Ibu-Bapak sekalian tidak segan kepada kami (DJP). Karena kami adalah suatu institusi yang diamanatkan oleh konstitusi kita, Undang Undang Dasar Republik Indonesia bahwa negara harus mengumpulkan pajak dan kita menjalankan amanat tersebut dengan tertib dan dengan sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan keresahan," ujarnya pada acara Dialog Perpajakan bersama Menteri Keuangan di Auditorium Cakti Budhi Bakti Kantor Pusat DJP, Senin (18/12).

Diungkapkannya, bahwa sektor pemerintah maupun swasta, masing-masing memiliki peranan yang sangat penting di dalam mengelola perekonomian. 

Pemerintah ingin tetap bisa membantu pengusaha sebagai pihak yang menciptakan kesempatan kerja, pihak yang menciptakan inovasi, pembaruan, efisiensi dan sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia.

"Dengan demikian dinamika yang ingin kita ciptakan dengan interaksi seperti ini adalah suatu dinamika saling menghormati, saling mengerti fungsi masing-masing," ungkapnya.

Dengan kerjasama yang tercipta antara pemerintah dengan para pengusaha, diharapkannya, negara mampu mengoptimalkan potensi bisnis maupun dari sisi kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

"Saya yakin kita semua bisa bekerja bersama secara saling menghormati. Presiden Jokowi selalu menekankan kita harus bekerja bersama kerjasama antar menteri dan bekerja antara pemerintah dengan private sector," pungkasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar











Komentar